Studi di Jerman Temukan Kontaminasi Plasticizer pada 92% Sampel Urin Anak dan Remaja

- Rabu, 11 Maret 2026 | 17:35 WIB
Studi di Jerman Temukan Kontaminasi Plasticizer pada 92% Sampel Urin Anak dan Remaja

Analisis mereka menemukan bahwa DnHexP bersifat toksik bagi reproduksi. Zat ini bisa merusak kesuburan dan membahayakan janin. Hal serupa berlaku untuk produk turunan ftalat yang ditemukan dalam sampel urin tadi.

Intinya, ftalat sebagai salah satu kelompok plasticizer telah lama dipakai untuk melenturkan produk dan kemasan. Masalahnya, saat zat ini larut atau menguap lalu masuk ke tubuh, ia bisa berubah jadi perusak hormon. Gangguan pada sistem endokrin ini berpotensi mengacaukan pertumbuhan, perkembangan, bahkan reproduksi kita.

Beberapa studi mengaitkan paparan jangka panjang dengan sederet masalah kesehatan pada anak: obesitas, diabetes, hipertensi, gangguan kesuburan, sampai masalah saraf dan pernapasan. Percobaan pada hewan juga menunjukkan pola serupa, meningkatkan risiko diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Mencari Jalan Keluar: Adakah Pengganti yang Aman?

Menghadapi fakta ini, para peneliti pun berlomba mencari alternatif. Bahan alami dari gandum, jagung, beras, atau minyak biji-bijian mulai diteliti potensinya. Harapannya, bahan ini bisa mengurangi dampak buruk plasticizer konvensional.

Tapi jalan menuju solusi tak semudah itu. Banyak alternatif alami belum seefektif plasticizer sintetis yang telah puluhan tahun disempurnakan. Biaya produksinya juga masih mahal. Meski risikonya lebih ringan, efek seperti iritasi kulit atau gangguan pernapasan tetap mungkin terjadi. Belum lagi dampak lingkungannya yang masih perlu dikaji lebih dalam.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan sekarang? Para ahli menyarankan untuk lebih cermat memilih produk. Carilah yang diberi label "bebas ftalat" oleh produsen terpercaya. Beberapa produk plastik sudah mulai transparan dengan labelnya. Atau, beralih saja ke bahan lain: mainan dari kayu, wadah kaca, atau peralatan makan logam untuk aktivitas luar ruang yang biasanya bebas plasticizer.

Langkah kecil ini mungkin bisa mengurangi paparan, sementara kita menunggu terobosan ilmu pengetahuan yang lebih aman untuk masa depan.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris.

Diadaptasi oleh: Sorta Caroline

Editor: Yuniman Farid

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar