Semua ini terbongkar berawal dari laporan keluarga. Pada Sabtu (7/3), anak korban dan pasangannya sedang membersihkan rumah. Mereka kemudian menemukan hal yang mengerikan dan segera menghubungi polisi.
Soal motif, polisi menyebut ada persoalan ekonomi dan sakit hati yang mendalam. Ronny yang menganggur merasa tersinggung setelah diusir dari rumah oleh DH. Pernikahan siri mereka sendiri baru berlangsung pada Desember 2024 tak lama sebelum tragedi terjadi.
“Tersangka yang diketahui tidak memiliki pekerjaan merasa sakit hati setelah diusir dari rumah oleh korban. Kemudian melakukan tindak pidana pembunuhan,”
kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, pada Senin (9/3).
Budi juga menegaskan, “Motif sementara diduga dilatarbelakangi persoalan ekonomi.”
Nampaknya, gabungan dari kemarahan dan kesulitan finansial akhirnya memicu aksi tak berperikemanusiaan ini. Sebuah akhir yang tragis, yang coba ditutupi dengan bubuk kopi, namun justru meninggalkan jejak yang lebih pahit lagi.
Artikel Terkait
Menteri Perhubungan Sebut Aturan Tarif Pesawat Masih Pakai Data 2019, Usul Revisi
KPK Sebut Biaya Politik Tinggi Pemicu Korupsi Kepala Daerah
Kapolri: Hambatan Dagang AS Turun Jadi 15%, Industri Dalam Negeri Terjaga
Presiden Prabowo Perintahkan Pembangunan 100 Gigawatt Energi Terbarukan