Gadget sudah seperti udara bagi banyak orang, tak terkecuali anak-anak. Tantangan ini nyata bagi pasangan selebritas Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, yang sedang membesarkan dua putri mereka, Ameena dan Azura.
Sebagai orang tua muda, mereka mengakui sulitnya mengatur penggunaan perangkat elektronik di rumah. Di era serba digital ini, teknologi memang sulit dipisahkan. Tapi di sisi lain, membatasi akses si kecil terhadap layar ponsel atau tablet bukan perkara mudah.
Ceritanya berawal dari sebuah obrolan di kanal YouTube C8 Podcast bersama Ivan Gunawan. Aurel membagikan momen saat ia mencoba melarang Ameena bermain handphone. Reaksi sang anak? Sungguh di luar perkiraan.
Ameena, meski masih belia, justru melontarkan pertanyaan kritis yang bikin Aurel kerap kelabakan mencari jawaban yang masuk akal.
"Pernah sekali aku bilang, 'Kak, jangan main handphone ya'. Eh, dia balik nanya, 'Mama Papa juga main handphone. Ngapain Mama Papa main handphone?' Dibalikin gitu," ujar Aurel menirukan percakapan mereka.
Aurel mengaku kadang kehabisan akal. Bagaimana menjelaskan bahwa orang tua boleh sementara anak dilarang? Ia sempat coba beri alasan sederhana: handphone itu buat kerja.
Tapi jawaban itu pun tak cukup. Logika polos Ameena malah bikin suasana jadi lucu.
"Aku bilang, 'Mama kerja, Nak, handphone ini buat kerjaan Mama'. Dia langsung nyeletuk, 'Ya udah, aku juga kerja. Ini aku juga lagi lihat'," cerita Aurel sambil tertawa.
Lelah berdebat, akhirnya mereka cari solusi lain yang cukup unik. Atta dan Aurel membelikan mainan yang bentuknya mirip perangkat elektronik dewasa.
Yaitu laptop dan handphone mainan yang tampak nyaris seperti aslinya. Rupanya, trik ini lumayan berhasil mengalihkan perhatian Ameena dari gadget sungguhan.
"Akhirnya, tahu nggak, kita beliin laptop mainan sama handphone-handphone-an mainan. Semuanya yang palsu," jelas Aurel.
Namun begitu, Atta sendiri bersikap cukup tegas soal batasan teknologi, terutama media sosial. Baginya, platform sosial punya banyak dampak yang mesti diwaspadai untuk anak seusia Ameena.
"Terutama satu dua tahun terakhir ini, aku sangat nggak boleh dia pegang sosial media," tegas Atta.
Memang, Ameena punya akun Instagram. Tapi Atta memastikan akun itu sepenuhnya dikelola oleh mereka berdua.
"Kalau pun ada, yang manage ya kita. Yang upload juga kita berdua," jelasnya.
Atta mengakui, rasanya lebih menantang membesarkan anak di zaman sekarang ketimbang masa kecilnya dulu. Banyak faktor yang bikin orang tua harus ekstra waspada dari gempuran teknologi sampai pergaulan di luar.
Dunia anak-anak sekarang, menurutnya, penuh dengan informasi yang mudah diakses. Makanya, pendampingan intens dari orang tua jadi kunci.
"Di era sekarang, kita makin ngeri lihat pergaulan. Apalagi kita dulu juga pernah ngelewatin masa-masa itu kan?" ujar Atta.
Kekhawatiran serupa dirasakan Aurel. Ia kadang justru lebih tenang kalau anak-anaknya banyak menghabiskan waktu di rumah, ketimbang terlalu sering terpapar pergaulan luar yang dianggapnya makin 'seram'.
"Kadang mikir, ya Allah, nggak apa-apa deh anak aku nggak segaul aku zaman dulu," kata Aurel.
Selain urusan gadget, mereka berdua juga menaruh perhatian besar pada pendidikan moral dan agama. Nilai-nilai itu, bagi mereka, adalah bekal penting untuk masa depan anak.
Atta menegaskan, selain ilmu duniawi, hubungan dengan Tuhan harus dibangun sejak dini.
"Gimana mereka sama Tuhan, gimana agamanya, itu juga harus kita jaga," tuturnya.
Sebagai orang tua muda, Atta dan Aurel berusaha menjalin kedekatan yang lebih cair dengan anak-anak. Mereka mencoba memosisikan diri tidak cuma sebagai ayah-ibu, tapi juga sebagai teman.
Aurel yakin, pendekatan ini bisa membuat anak lebih nyaman bercerita tentang apapun.
"Sekarang kita coba rangkul mereka, ngajak ngobrol lebih sebagai teman aja," ucap Aurel.
Di tengah banjir informasi digital, satu hal yang mereka pegang teguh: kesehatan mental dan fisik anak adalah prioritas. Tugas orang tua, bagi mereka, bukan cuma memenuhi kebutuhan materi, tapi juga memastikan psikologis anak tumbuh sehat.
"Pasti kita ingin anak kita mentalnya sehat, kondisi jiwanya juga bagus," pungkas Atta.
Artikel Terkait
WIPO Tetapkan Tema Olahraga dan Inovasi untuk Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026
Iran Bantah Rencana Pertemuan Langsung dengan AS di Pakistan
Tangerang Hawks Raih Tiga Kemenangan Beruntun di IBL 2026 Usai Bungkam Satya Wacana
Fairuz dan Imam Akhiri Laga dengan Kemenangan Perdana di Asian Beach Games 2026