Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara, kembali menegaskan dukungannya kepada Rusia. Komitmen itu, katanya, tak akan pernah goyah.
Menurut laporan KCNA, badan berita resmi Korut, pesan itu disampaikan Kim pada hari Selasa. Ia awalnya mengucapkan terima kasih atas pengangkatannya kembali sebagai Presiden Urusan Negara. Badan legislatif di Pyongyang yang lebih berfungsi sebagai stempel memang baru saja mengukuhkan posisinya di puncak hierarki pemerintahan minggu ini.
"Saya menyampaikan terima kasih yang tulus," ujar Kim, "atas ucapan selamat yang hangat dan tulus pertama-tama untuk pengangkatan kembali saya."
Namun begitu, inti pesannya justru mengarah ke Moskow. Hubungan kedua negara ini memang makin mesra belakangan. Semenjak Rusia menginvasi Ukraina di tahun 2022, kedekatan mereka kian nyata. Pyongyang disebut-sebut mengirimkan pasukan dan persenjataan untuk mendukung upaya perang Rusia.
Di sisi lain, para pengamat punya analisis sendiri. Bantuan militer dari Korut itu diduga kuat merupakan barter. Imbalannya? Bisa berupa pasokan makanan, atau bahkan transfer teknologi persenjataan canggih dari Rusia. Sebuah kerja sama yang saling mengisi di tengah tekanan sanksi internasional.
Jadi, meski pidato Kim diawali dengan ucapan syukur atas posisinya, pesan utamanya jelas: dukungan untuk Kremlin tetap solid. Dan di panggung politik global yang penuh ketegangan ini, aliansi Pyongyang-Moskow tampaknya akan terus menguat.
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik Lebaran: 256 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta dalam Sehari
Hakim Nonaktif PN Depok Ajukan Praperadilan, KPK Hormati dan Minta Penundaan Sidang
Harga Perak Antam Melonjak Rp2.100, Tembus Rp46.550 per Gram
Gubernur Jateng Soroti Kolaborasi Antar-Lembaga dan Apresiasi Kelancaran Mudik Lebaran