Menjelang Lebaran, suasana di pasar-pasar tradisional Lubuk Linggau biasanya ramai. Nah, menyikapi hal itu, Satgas Pangan Polres setempat pun mulai menggencarkan pengawasannya. Fokus mereka jelas: mengawasi harga dan ketersediaan sembako, sekaligus memburu pangan yang mengandung bahan berbahaya. Tujuannya, biar masyarakat bisa merayakan hari raya dengan tenang, tanpa khawatir soal harga melambung atau makanan tak aman.
Pada Selasa lalu, operasi ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, AKP M. Kurniawan Azwar, bersama timnya. Mereka blusukan ke sejumlah titik seperti Pasar Inpres, Pasar Satelit, dan Pasar Simpang Priuk. Pengawasan dilakukan dengan dua pendekatan, preventif dan represif. Artinya, selain mencegah, tindakan tegas juga siap dijalankan jika ditemukan pelanggaran.
Secara umum, hasil pantauan di lapangan cukup menggembirakan. Stok bahan pokok terpantau aman, dan harganya relatif stabil. Tapi, ada juga catatan kecil. Harga cabai rawit merah dan gula pasir ternyata melampaui angka acuan yang ditetapkan. Cabai meroket ke angka Rp75.000 per kilogram, padahal acuannya Rp57.000. Sementara gula pasir dijual sekitar Rp18.000, sedikit di atas patokan Rp17.500.
Kenaikan itu diduga kuat karena permintaan yang melonjak jelang Lebaran. Kabar baiknya, pasokan untuk kedua barang itu masih cukup. Jadi, belum sampai bikin resah atau langka di pasaran.
Namun begitu, pengawasan bukan cuma soal harga. Tindakan represif pun dilakukan. Kali ini, petugas menyita sejumlah produk mie kuning yang dicurigai mengandung formalin. Mie itu diproduksi oleh seorang pelaku usaha lokal.
"Ciri-cirinya jelas: teksturnya terlalu kenyal, tidak mudah basi, dan aromanya menyengat khas bahan kimia," jelas seorang petugas di lokasi.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Tersangka Suap, Sita Uang Rp 757 Juta
DPRD DKI Bentuk Pansus Khusus Evaluasi Sistem Sampah Usai Longsor Bantargebang
DPR Akan Sahkan RUU PPRT dan Hak Cipta sebagai Usul Inisiatif Besok
Anggota DPR Soroti Dampak Mahalnya Tiket Pesawat pada Kesehatan dan Pendidikan