Satgas Pangan Lubuk Linggau Amankan Mie Berformalin dan Awasi Kenaikan Harga Jelang Lebaran

- Rabu, 11 Maret 2026 | 14:20 WIB
Satgas Pangan Lubuk Linggau Amankan Mie Berformalin dan Awasi Kenaikan Harga Jelang Lebaran

Menjelang Lebaran, suasana di pasar-pasar tradisional Lubuk Linggau biasanya ramai. Nah, menyikapi hal itu, Satgas Pangan Polres setempat pun mulai menggencarkan pengawasannya. Fokus mereka jelas: mengawasi harga dan ketersediaan sembako, sekaligus memburu pangan yang mengandung bahan berbahaya. Tujuannya, biar masyarakat bisa merayakan hari raya dengan tenang, tanpa khawatir soal harga melambung atau makanan tak aman.

Pada Selasa lalu, operasi ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, AKP M. Kurniawan Azwar, bersama timnya. Mereka blusukan ke sejumlah titik seperti Pasar Inpres, Pasar Satelit, dan Pasar Simpang Priuk. Pengawasan dilakukan dengan dua pendekatan, preventif dan represif. Artinya, selain mencegah, tindakan tegas juga siap dijalankan jika ditemukan pelanggaran.

Secara umum, hasil pantauan di lapangan cukup menggembirakan. Stok bahan pokok terpantau aman, dan harganya relatif stabil. Tapi, ada juga catatan kecil. Harga cabai rawit merah dan gula pasir ternyata melampaui angka acuan yang ditetapkan. Cabai meroket ke angka Rp75.000 per kilogram, padahal acuannya Rp57.000. Sementara gula pasir dijual sekitar Rp18.000, sedikit di atas patokan Rp17.500.

Kenaikan itu diduga kuat karena permintaan yang melonjak jelang Lebaran. Kabar baiknya, pasokan untuk kedua barang itu masih cukup. Jadi, belum sampai bikin resah atau langka di pasaran.

Namun begitu, pengawasan bukan cuma soal harga. Tindakan represif pun dilakukan. Kali ini, petugas menyita sejumlah produk mie kuning yang dicurigai mengandung formalin. Mie itu diproduksi oleh seorang pelaku usaha lokal.

"Ciri-cirinya jelas: teksturnya terlalu kenyal, tidak mudah basi, dan aromanya menyengat khas bahan kimia," jelas seorang petugas di lokasi.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar