Di sisi lain, respons dari dunia jurnalistik pun datang. Ketua PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana yang akrab disapa Iwan sepakat bahwa ada misi bersama. Menurutnya, perjuangan jurnalis untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat sejalan dengan tujuan pemerintah. Hanya caranya yang berbeda: lewat tulisan, foto, atau video.
"Kita memiliki kewajiban itu," papar Iwan. "Dalam menjalankan profesi, kita memiliki hak untuk mendapatkan informasi publik, pun berhak untuk mendapatkan informasi dari para narasumber."
Ia lantas menambahkan catatan penting. Memang, informasi harus transparan. Tapi transparan bukan berarti telanjang begitu saja. Perlu ada proses check and recheck, verifikasi ke pihak-pihak terkait, agar pesan yang sampai ke publik utuh dan bertanggung jawab.
Kolaborasi antara Pemprov dan wartawan, baginya, adalah keniscayaan. "Ketika bagus kita sampaikan bagus, kalau ada kritik kita sampaikan juga dengan memberikan solusi," pungkas Iwan. Intinya, media bukan sekadar penonton. Mereka adalah bagian dari solusi.
Artikel Terkait
AHY Pastikan 47 Ribu Kilometer Jalan Nasional Non-Tol Siap untuk Arus Mudik Lebaran
Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Ditolak, KPK Siap Lanjutkan Proses Hukum
Mendag Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok Jelang Idulfitri di Pasar Induk Kramat Jati
KPK Segera Periksa Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji