Laga lanjutan ISL tadi malam benar-benar seru. Bhayangkara Presisi Lampung FC berhasil membawa pulang tiga poin usai mengalahkan Arema FC dengan skor tipis 2-1. Tapi jangan salah, kemenangan ini nggak datang dengan mudah. Pelatih Bhayangkara, Paul Munster, mengakui betapa sulitnya menaklukkan Singo Edan meski mereka bermain dengan sembilan orang.
"Ini pertandingan yang sulit," ujar Munster, dikutip dari Antara, Rabu (11/3/2026).
"Kami sudah tahu sejak awal bahwa Arema adalah tim yang kuat dan punya banyak pemain bagus. Jadi, fokus seratus persen itu mutlak."
Menurutnya, anak asuhnya harus berjuang ekstra keras. Tekanan justru terasa lebih besar saat Arema harus bermain dengan dua pemain berkurang. "Kalau kami lengah sedikit saja, mereka bisa menciptakan peluang berbahaya," ungkapnya.
Di sisi lain, Munster jujur mengkritik penampilan timnya di babak pertama. Permainan nggak jalan sesuai rencana. Selain faktor teknis tim, kondisi lapangan yang basah akibat hujan juga ikut berpengaruh. Alhasil, permainan jadi kurang mulus.
Namun begitu, situasi berbalik setelah jeda.
"Kami lakukan evaluasi dan ubah sedikit taktik untuk membangun serangan. Hasilnya, kami berhasil mencetak gol dan membalikkan skor menjadi 2-1," sebut Munster, sambil mengapresiasi kerja keras pemainnya di babak kedua.
Bhayangkara Presisi Lampung FC vs Arema FC. Foto: Instagram @bhayangkarafc.
Soal insiden kartu merah yang menimpa dua pemain Arema, Pablo Oliveira dan Dalberto, Munster memilih untuk tidak berkomentar panjang lebar. Baginya, yang terpenting sudah diraih.
"Poin penuh itu tujuan utama. Ini kemenangan kelima kami, hasil yang sangat bagus untuk moral tim," katanya.
Jalannya pertandingan sendiri cukup dramatis. Bhayangkara sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Joel Vicinius. Tapi mereka bangkit. Privat Mbarga dan Muossa Sidibe menjadi pahlawan dengan mencetak gol balasan yang memastikan kemenangan untuk tim tuan rumah.
Artikel Terkait
TPA Burangkeng Lumpuh Akibat Krisis Solar, Ratusan Truk Sampah Mengantre
Menhan Sjafrie Bahas Strategi Pertahanan dengan Purnawirawan TNI dan Panglima
Damkar Semarang Laporkan Debt Collector Pinjol ke Polisi Akibat Laporan Kebakaran Palsu
Penghargaan Adipura 2026 Kosong, KLH Sebut Tak Ada Satu Pun Kota Capai Predikat Kota Bersih