Teheran akhirnya mengambil langkah tegas. Setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu, Iran menutup akses melalui Selat Hormuz. Tapi, penutupan itu ternyata tidak mutlak. Pemerintah Iran kini mengeluarkan semacam "penawaran" khusus bagi negara-negara yang ingin kapalnya melintas di jalur minyak paling vital di dunia itu.
Lalu, apa syaratnya? Syaratnya cukup mengejutkan.
Melalui siaran televisi pemerintah IRIB, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan kebijakan barunya. Intinya, akses bebas hambatan akan diberikan kepada negara mana pun yang bersedia mengambil satu tindakan politik tertentu: mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayah mereka.
"Setiap negara Arab atau negara Eropa yang mengusir Duta Besar Israel dan Amerika dari wilayahnya, akan memiliki kebebasan dan wewenang penuh untuk melewati Selat Hormuz mulai besok,"
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Hujan Ringan-Sedang Dominasi Sepekan, Waspada Hujan Lebat di 13 Wilayah
Trump Klaim Perang dengan Iran Hampir Tuntas, Tehran Bantah
KPK Tangkap Bupati Rejang Lebong, Sita Ratusan Juta dalam OTT
Jadwal Salat 21 Ramadan 1447 H dan Tanda-Tanda Lailatul Qadar