Iran Peringatkan Trump Bisa Tereliminasi, Serangan Rudal Guncang Selat Hormuz

- Selasa, 10 Maret 2026 | 22:15 WIB
Iran Peringatkan Trump Bisa Tereliminasi, Serangan Rudal Guncang Selat Hormuz

Targetnya strategis: infrastruktur energi dan lalu lintas kapal di Selat Hormuz jalur air paling vital untuk perdagangan minyak global. Dampaknya langsung terasa. Harga minyak mentah Brent, standar internasional, sempat melonjak liar mendekati angka 120 dolar AS per barel. Meski kemudian turun, harganya masih bertengger di sekitar 90 dolar, atau naik hampir seperempat sejak perang dimulai akhir Februari lalu.

Serangan Iran ini, menurut sejumlah analis, punya tujuan ganda. Selain membalas, mereka ingin menimbulkan guncangan ekonomi global yang cukup besar untuk memaksa AS dan Israel menghentikan ofensif mereka. Tampaknya, Teheran sedang bermain dengan risiko tinggi.

Di sisi lain, pernyataan Trump yang berusaha meredam kekhawatiran justru ditanggapi dengan cemoohan oleh para petinggi Iran. Trump sebelumnya menyebut perang ini akan menjadi "serangan jangka pendek" dan akan berakhir "segera".

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas mematahkan klaim itu. Dia menegaskan negaranya siap bertempur selama apa pun yang diperlukan. Pernyataan ini bukan sekadar gertak. Tak lama setelah Trump bicara, Iran malah meluncurkan gelombang serangan baru ke sekutu-sekutu AS di Teluk. Fakta di lapangan ini seolah menunjukkan bahwa narasi pengendalian situasi dari Washington jauh dari kenyataan.

Kini, situasinya terasa seperti lingkaran setan. Ancaman dibalas ancaman, serangan dijawab dengan serangan. Dan di tengah semua itu, pasar minyak dunia terus bergoyang, menahan napas menunggu perkembangan berikutnya yang mungkin lebih panas lagi.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar