Ketegangan di Timur Tengah kian memanas. Setelah ancaman keras dari Presiden AS Donald Trump, giliran Iran yang membalas dengan kata-kata tak kalah sengit. Kali ini, lewat pesan daring, Kepala Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, secara terbuka memperingatkan Trump untuk "berhati-hati" agar tidak justru "tereliminasi" alias mati.
Ancaman balasan ini muncul sebagai reaksi atas pernyataan Trump yang mengancam akan menyerang Iran "dua puluh kali lebih keras" jika Teheran berani memblokade aliran minyak melalui Selat Hormuz. Laporan dari Al Jazeera, Selasa (10/3/2026), menangkap eskalasi verbal yang mencemaskan ini.
"Bangsa Iran yang berkorban tidak takut dengan ancaman kosong Anda. Bahkan mereka yang lebih besar dari Anda pun tidak dapat melenyapkan Iran. Hati-hati jangan sampai Anda sendiri yang dilenyapkan,"
Begitu bunyi pesan Larijani yang terang-terangan. Ancaman ini punya bobot sejarah. Iran sendiri pernah dituduh merencanakan upaya pembunuhan terhadap Trump di masa lalu, meski Teheran selalu membantahnya.
Namun begitu, kata-kata keras itu hanya satu sisi dari koin. Di lapangan, Iran sudah bergerak lebih jauh. Sepanjang hari Selasa, mereka terus melancarkan serangan balasan, bukan cuma ke Israel, tapi juga ke negara-negara Arab di kawasan Teluk. Serangan-serangan ini, yang memakai rudal dan drone, jelas bertujuan menekan habis-habisan.
Artikel Terkait
Iran Balas Serangan AS, Kapal Kargo Diserang di Selat Hormuz
F-PKB MPR Gelar Peringatan Nuzulul Quran dan Santunan Anak Yatim
Ketua Umum ISKI Baru: Komunikasi Krusial Jaga Kedaulatan di Era Banjir Disinformasi
Pemkot Semarang Jemput Warga Bermudik dari Jakarta dengan 7 Bus Khusus