Dalam sebuah pengarahan di Pentagon, Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, mengungkapkan operasi militer terbaru yang cukup signifikan. Mereka baru saja menjatuhkan puluhan bom raksasa masing-masing seberat satu ton ke target-target Iran yang tersembunyi jauh di dalam bumi. Serangan ini, menggunakan senjata penetrasi berteknologi GPS, jelas menunjukkan fokus Pentagon untuk menghancurkan aset musuh yang bersembunyi di bawah tanah.
“Pesawat pembom strategis kami baru-baru ini melaksanakan penyerangan terhadap peluncur rudal yang terkubur dalam, terutama di wilayah selatan,” ujar Caine.
“Tak hanya itu, kami juga menghantam pabrik-pabrik drone satu arah. Tujuannya untuk melumpuhkan jantung kemampuan otonom mereka,” tambahnya dalam konferensi pers yang dilansir CNN, Selasa (10/3/2026).
Di sisi lain, baik Caine maupun Menteri Pertahanan Pete Hegseth sama-sama menegaskan satu poin kunci. Prioritas utama AS saat ini adalah melumpuhkan kemampuan Iran dalam memproduksi dan meluncurkan rudal. Itu sebabnya, basis industri militer mereka, terutama fasilitas bawah tanah, menjadi sasaran utama.
Artikel Terkait
PUPR Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional untuk Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2026
Status Gunung Tambora Dinaikkan ke Level Waspada, Warga Dilarang Mendekat
PAN Copot Bupati Rejang Lebong Usai Terjaring OTT KPK
15 Warga Binaan Dipindahkan dari Rutan Palu ke Donggala Atasi Kepadatan