PAN Copot Bupati Rejang Lebong Usai Terjaring OTT KPK

- Rabu, 11 Maret 2026 | 02:00 WIB
PAN Copot Bupati Rejang Lebong Usai Terjaring OTT KPK

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, tak bisa menyembunyikan rasa prihatin partainya. Seorang kadernya, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, baru saja terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Tindakan itu, kata Viva, jelas-jelas melanggar hukum dan sangat tidak terpuji.

Menurut sejumlah saksi, OTT itu terjadi saat Fikri sedang menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah. Insiden ini tentu saja mencoreng nama partai.

Viva pun langsung bersikap tegas. Dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (10/3/2026), ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan Fikri murni tanggung jawab pribadi.

"PAN menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh yang bersangkutan merupakan tanggung jawab pribadi, melanggar platform Perjuangan PAN, dan tidak mencerminkan nilai, prinsip, serta komitmen PAN dalam menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan tata kelola pemerintahan yang bersih," tegas Viva.

Langkah konkret pun diambil. DPP PAN telah memberhentikan Fikri Thobari dari semua jabatan struktural di internal partai. Untuk sementara, kendali DPD PAN Rejang Lebong diambil alih langsung oleh DPW PAN Bengkulu. Langkah ini menunjukkan keseriusan mereka menangani kasus ini.

Di sisi lain, PAN menyatakan akan menghormati penuh proses hukum yang sedang berjalan di KPK.

"Kami percaya bahwa penegakan hukum harus berjalan secara transparan, obyektif, profesional, dan sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan," tuturnya lagi.

Viva mengingatkan, sejak awal berdiri PAN memang punya komitmen kuat memberantas korupsi. Karena itu, partai berlambang matahari terbit ini berjanji akan memperketat pembinaan kader dan pengawasan internal. Tujuannya satu: memastikan setiap kader yang memegang jabatan publik betul-betul bekerja untuk rakyat.

Namun begitu, di akhir pernyataannya, Viva menyelipkan permohonan maaf. Ia mengakui peristiwa ini telah mengecewakan banyak pihak.

"Kepada masyarakat, kami menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa ini. PAN tetap berkomitmen terus bekerja untuk rakyat, mengabdi, dan memperjuangkan kepentingan rakyat, serta menjaga kepercayaan publik dalam membangun bangsa yang bebas dari korupsi," pungkas Viva Yoga Mauladi.

Kini, bola ada di pengadilan. Sementara publik menunggu proses hukum, PAN tampaknya sedang berusaha keras memperbaiki citra yang retak.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar