Namun begitu, ada satu tantangan besar yang masih mengambang. Meski klaim kemajuan terus disuarakan, belum jelas bagaimana Pentagon berencana menangani ancaman yang paling sensitif: fasilitas nuklir bawah tanah Iran. Lokasi-lokasi itu diduga menyimpan uranium yang sangat diperkaya, dan menghancurkannya bukan perkara mudah.
Seperti pernah dilaporkan CNN sebelumnya, menghapus persediaan uranium semacam itu mustahil hanya mengandalkan serangan udara. Pembicaraan internal di era pemerintahan Trump bahkan sempat membahas opsi yang lebih berisiko: mengerahkan pasukan darat untuk mengambil material itu langsung dari dalam bunker.
Menurut sejumlah saksi yang diwawancarai CNN, baik yang masih aktif maupun mantan pejabat, misi semacam itu bakal membutuhkan skala pasukan yang sangat besar. Bukan sekadar operasi rahasia tim kecil pasukan khusus, melainkan sebuah mobilisasi yang jauh lebih masif dan berbahaya.
Artikel Terkait
PUPR Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional untuk Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2026
Status Gunung Tambora Dinaikkan ke Level Waspada, Warga Dilarang Mendekat
PAN Copot Bupati Rejang Lebong Usai Terjaring OTT KPK
15 Warga Binaan Dipindahkan dari Rutan Palu ke Donggala Atasi Kepadatan