Dia lalu menyebut contoh konkret, seperti penyerangan yang menimpa Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Padang. Kasus-kasus gangguan terhadap rumah ibadah, pelarangan pembangunan, hingga penghentian kegiatan peribadatan juga masih banyak terjadi.
Yang menarik, pelakunya. Kelompok warga justru menjadi aktor non-negara paling dominan tahun ini.
Setelah itu, baru disusul oleh ormas, MUI, tokoh agama, perangkat FKUB, dan individu. Secara total, tindakan oleh aktor non-negara (197 tindakan) masih lebih tinggi ketimbang aktor negara (128 tindakan).
Jadi, meski angkanya turun, lanskap kekerasan beragama di Indonesia ternyata belum benar-benar membaik. Polanya bergeser, dan kewaspadaan tetap harus dijaga.
Artikel Terkait
Pria Tewas Tembak di Bintaro, Polisi Temukan Senjata Api Ilegal di TKP
KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Tersangka OTT Dugaan Suap Proyek
Presiden Prabowo Mohon Dukungan dan Doa Ulama di Acara Nuzulul Quran
OJK Dorong Reformasi Pasar Modal, Usulkan Kenaikan Free Float ke 15%