Sebenarnya, ini bukan kali pertama ia mengkritik. Sebelumnya, dalam percakapan dengan New York Post, Trump sudah mengaku "tidak senang" dengan penunjukan putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei itu.
Bahkan, ia seolah menuntut legitimasi dari pihaknya sendiri.
"Dia harus mendapatkan persetujuan dari kita," kata Trump lagi, merujuk pada pemimpin baru Iran itu.
Di sisi lain, otoritas Iran sendiri sudah resmi mengumumkan pengangkatan itu pada Minggu (8/3) waktu setempat. Mojtaba yang berusia 56 tahun itu dipilih untuk menggantikan ayahnya, yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel akhir Februari lalu. Transisi kekuasaan di Teheran pun akhirnya menemukan bentuknya.
Artikel Terkait
Megawati Sampaikan Ucapan Selamat Langsung ke Dubes Iran untuk Pemimpin Baru
Mensos Dorong 5 Juta Penerima PKH Jatim Masuk Koperasi Desa
Gus Ipul Dorong 5 Juta Penerima PKH Jatim Masuk Koperasi Desa
Turki Kerahkan Sistem Patriot ke Malatya Usai Intercept Rudal Iran Kedua