Wanda Hamidah Kritik Makna Hari Pahlawan: Terasa Hampa dan Kehilangan Makna

- Senin, 10 November 2025 | 17:40 WIB
Wanda Hamidah Kritik Makna Hari Pahlawan: Terasa Hampa dan Kehilangan Makna
Kritik Wanda Hamidah: Makna Hari Pahlawan yang Semakin Memudar

Kritik Pedas Wanda Hamidah terhadap Makna Hari Pahlawan Saat Ini

Mantan artis dan aktivis Wanda Hamidah menyampaikan pernyataan keras terkait peringatan Hari Pahlawan. Ia mengungkapkan keprihatinannya bahwa momen penting tersebut kini terasa kehilangan makna sebenarnya.

Melalui unggahan di media sosialnya, Wanda menulis, "Hari Pahlawan terasa hampa dan kehilangan makna, terutama ketika pemimpin dari rezim otoriter yang dikenal membungkam demokrasi, melanggengkan praktik korupsi, nepotisme, dan oligarki justru diangkat menjadi pahlawan."

Dalam postingannya, ia kemudian mengajak publik mengingat kembali perjuangan mahasiswa pada tahun 1998. Wanda menggambarkan bagaimana ribuan mahasiswa dari berbagai daerah turun ke jalan selama berbulan-bulan untuk menumbangkan rezim otoriter, dengan banyak yang rela mengorbankan nyawa demi menegakkan demokrasi.

Namun, Wanda melihat adanya ironi dan pengulangan sejarah. Ia menilai bahwa rezim yang dulu diperjuangkan untuk diakhiri, kini justru tampak kembali berkuasa. "Tahun 1998, ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia berdemonstrasi berhari-hari, berbulan-bulan, dan mengorbankan nyawa di Tragedi Trisakti serta Semanggi I dan II untuk mengakhiri rezim otoriter yang kelam," tulisnya.

Ia melanjutkan, "Kini, rezim itu seakan kembali, dengan mengangkat para pelanggar HAM sebagai 'pahlawan'."

Wanda Hamidah, yang populer sebagai artis dan model di era 90-an, telah beralih peran menjadi seorang politisi dan aktivis. Dalam karier politiknya, ia pernah bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN), menduduki posisi sebagai Bendahara DPP PAN dari tahun 2006 hingga 2010, serta menjadi anggota DPRD DKI Jakarta untuk periode 2009-2014.

Kini, Wanda Hamidah lebih fokus pada kerja-kerja kemanusiaan. Ia aktif dalam gerakan Global Sumud Flotilla, sebuah inisiatif yang berdedikasi untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada rakyat Palestina.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar