Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (10/3/2026) lalu, suasana terasa tegang. Nadiem Makarim, mantan Mendikbudristek, hadir sebagai saksi mahkota. Sidang ini mengangkat kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan perangkat lunak CDM yang mengguncang dunia pendidikan. Terdakwanya adalah Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan seorang konsultan bernama Ibrahim Arief atau Ibam.
Di tengah pemeriksaan, pembicaraan sempat menyimpang ke masa lalu Nadiem. Jaksa penuntut bertanya soal awal mula ia mendirikan perusahaan rintisan yang kini dikenal luas: Gojek.
"Saudara mendirikan Gojek pada tahun berapa?" tanya jaksa.
Nadiem pun menjawab dengan rinci. Menurutnya, cerita pendirian Gojek itu ada dua babak. "Sebenarnya ada dua perusahaan," ujarnya. Yang pertama adalah PT Gojek Indonesia, didirikan pada 2010. Perusahaan ini berstatus Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Namun begitu, operasionalnya masih sangat sederhana. "Waktu itu cuma call center, pakai telepon dan SMS untuk pesan ojek," kenang Nadiem. Jaket driver masa itu, bagi yang masih ingat, tampilannya masih jadul. Tapi, status PMDN itu justru jadi kendala. Perusahaan kesulitan mendapat suntikan dana dari investor luar negeri.
Karena itulah, di tahun 2014, babak kedua dimulai. Nadiem dan kawan-kawan mendirikan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB). Perusahaan inilah yang akhirnya meluncurkan aplikasi dan dikenal publik sebagai Gojek seperti sekarang. "PT AKAB ini statusnya PMA, jadi bisa dapat investasi asing," jelasnya. Dari situlah transformasi besar-besaran dimulai, dari sekadar call center menjadi aplikasi super yang menyediakan transportasi, pesan makanan, hingga kirim barang.
"Jadi bisa dibilang Gojek didirikan dua kali," imbuh Nadiem. "Dilahirkan kembali di 2014-2015 sebagai PT AKAB."
Artikel Terkait
Pemkab Flores Timur Gelar Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja untuk 28 Pejabat
Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan Pria 65 Tahun di Bekasi dengan Linggis
Wakil Ketua MPR: Longsor Sampah Bantargebang Alarm Krisis Pengelolaan Limbah Nasional
Yura Yunita Kenang Sifat Baik Vidi Aldiano: Dia Selalu Dahulukan Orang Lain