Jakarta, Selasa pagi – suasana di pasar saham terasa berbeda dari kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan dengan optimisme, terkerek naik 105,68 poin atau 1,44 persen ke level 7.443,05. Sebuah penguatan yang cukup signifikan, dan tentu saja, disambut lega oleh banyak investor.
Setelah tekanan yang cukup dalam pada sesi sebelumnya, kenaikan ini seperti angin segar. Tak hanya IHSG, indeks LQ45 juga ikut bergerak naik. Indeks yang memuat 45 saham unggulan itu menguat hampir 10 poin, atau 1,33 persen, ke posisi 760,56.
Sentimen Positif dari Wall Street
Pengaruh dari luar negeri jelas terasa. Wall Street, bursa saham AS, memberikan sinyal hijau dengan ditutup menguat pada perdagangan Senin waktu setempat. Dow Jones naik 0,50 persen, S&P 500 menguat 0,83 persen. Sementara itu, Nasdaq Composite bahkan mencatat kenaikan tertinggi, yakni 1,38 persen. Sentimen positif ini pun terbawa hingga ke pasar kita.
Koreksi Tajam Sebelumnya
Namun begitu, kita tak boleh lupa dengan kondisi kemarin. Pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026, IHSG sempat terpuruk cukup dalam. Indeks ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337, dan bahkan sempat menyentuh level terendah 7.156 di dalam perdagangan.
Apa pemicunya? Gejolak geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran akan distribusi minyak global. Harga minyak dunia pun melonjak, menembus angka psikologis US$100 per barel.
Kondisi ini langsung memantik kekhawatiran lain di dalam negeri.
"Kondisi ini juga memicu kekhawatiran terhadap APBN Indonesia akibat potensi kenaikan subsidi energi," jelas analis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya yang dikutip hari ini.
Artikel Terkait
DPR Akan Minta Penjelasan TNI Soal Surat Telegram Siaga 1
Kemenag DKI Ingatkan Utang Jatuh Tempo Lebih Prioritas daripada Zakat Fitrah
Polisi Tangkap Suami Diduga Tega Bunuh Istri di Depok
KIP Perintahkan UGM Buka Dokumen Akademik Jokowi, Bon Jowi Sebagian Dikabulkan