Tapi jangan salah. Di balik peringatan yang serius itu, ada secercah optimisme. Ahmad Toyib sendiri mengakui, pengalaman beberapa tahun terakhir membuktikan sesuatu. Pengendalian karhutla ternyata bisa dilakukan dengan cukup baik, asal ada sinergi kuat dari semua pihak.
Ia mencontohkan keberhasilan saat menghadapi El Nino moderat di 2023 lalu. Saat itu, deteksi dini dan aksi pemadaman yang cepat berhasil mencegah bencana asap yang lebih besar. "Itu menunjukkan kita punya kemampuan," katanya.
Modal lainnya ada di anggaran. Berbagai program pengendalian karhutla sudah dialokasikan dalam anggaran rutin instansi terkait. Ini jadi fondasi penting untuk bergerak lebih cepat nanti.
Di sisi lain, ada satu langkah prosedural yang dinilai krusial: penetapan Status Keadaan Darurat. Dengan status itu, mobilisasi sumber daya di lapangan jadi lebih lincah. Bantuan operasional, baik personel maupun peralatan, bisa didistribusikan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit. Intinya, semua jadi lebih gesit, baik untuk pencegahan maupun penanggulangan saat api benar-benar muncul.
Jadi, situasinya seperti ini: ancamannya nyata, tapi persiapan juga sudah dimatangkan. Tinggal menunggu eksekusi di lapangan.
Artikel Terkait
Menteri PU Dukung Penyelidikan Proyek Cipta Karya di Sumut dan DKI
DPR Desak Penanganan Terpadu Kasus Investasi Bodong Koperasi BLN yang Rugikan 44 Ribu Korban
Chief Officer Kapal Divonis Seumur Hidup atas Kasus 1,9 Ton Sabu
BNPB Jalankan Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Antisipasi Dampak Bibit Siklon