Cuaca yang tak menentu belakangan ini memang bikin waswas. Apalagi buat warga Kalimantan Tengah, yang akrab dengan ancaman asap tebal tiap musim kemarau. Nah, peringatan terbaru datang dari BPBD setempat: tahun 2026 nanti, potensi kebakaran hutan dan lahan di sana diprediksi bakal lebih tinggi ketimbang dua tahun sebelumnya.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib. Ia berbicara dalam sebuah forum daring, Diseminasi Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026, yang digelar Pemprov Kalteng awal Maret lalu.
Menurut Toyib, ada beberapa hal yang bikin situasi tahun depan perlu diwaspadai. Faktor utamanya? Musim kemarau yang diproyeksikan datang lebih cepat dari biasanya. "Musim kemarau diperkirakan dimulai pada akhir Mei 2026 dengan kondisi yang lebih kering dan durasi yang lebih panjang hingga sekitar lima bulan," jelasnya.
Jadi bayangkan saja, periode tanpa hujan yang lama, ditambah curah hujan yang jauh di bawah normal. Kombinasi itu jelas jadi pemicu ideal bagi api untuk berkobar.
Belum lagi, ada sinyalemen bakal munculnya El Nino lemah sekitar Juni 2026. Fenomena iklim ini, meski dikategorikan lemah, tetap bisa menyulitkan. Ia berpotensi memperparah kekeringan dan memperluas sebaran titik api di seantero Kalteng.
Artikel Terkait
Menteri PU Dukung Penyelidikan Proyek Cipta Karya di Sumut dan DKI
DPR Desak Penanganan Terpadu Kasus Investasi Bodong Koperasi BLN yang Rugikan 44 Ribu Korban
Chief Officer Kapal Divonis Seumur Hidup atas Kasus 1,9 Ton Sabu
BNPB Jalankan Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Antisipasi Dampak Bibit Siklon