Jumlah Pengungsi Pascabencana di Sumatera Menyusut Signifikan

- Senin, 09 Maret 2026 | 19:00 WIB
Jumlah Pengungsi Pascabencana di Sumatera Menyusut Signifikan

Kabarnya, jumlah pengungsi di Aceh, Sumut, dan Sumbar terus menyusut. Itu menurut laporan terbaru Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera. Tren penurunan ini terlihat cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Amran, Juru Bicara Satgas PRR, tampak optimis. Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Senin (9/3/2026).

"Kami yakin tren ini akan berlanjut hingga Idul Fitri nanti," ujarnya. "Target kami, tidak ada lagi pengungsi yang harus tinggal di tenda. Mereka bisa segera pindah ke hunian sementara."

Data harian per 9 Maret memang menunjukkan angka yang menggembirakan. Di Aceh, dari sebelumnya 2.099 KK, kini tersisa 1.695 KK di pengungsian. Artinya, 404 KK sudah keluar. Sumut juga mengalami penurunan, dari 201 KK menjadi 177 KK. Sementara itu, Sumatera Barat sudah bisa dibilang bersih nol pengungsi di tenda.

Optimisme Amran tentu punya dasar. Strategi pemindahan ke huntara atau hunian sementara dinilai berjalan efektif. Di sisi lain, progres pembangunannya sendiri cukup pesat.

Dari total target 18.697 unit di tiga provinsi, sebanyak 13.431 unit sudah berdiri. Itu artinya sekitar 71% selesai. Capaian per provinsi pun berbeda-beda.

"Sumatera Barat sudah rampung 100%. Sumut menyusul di angka 92%. Sedangkan Aceh, saat ini sudah sekitar 68%," jelas Amran lebih rinci.

Namun begitu, pemerintah punya opsi lain selain huntara. Bagi penyintas yang memilih tidak tinggal di sana, ada bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH). Program ini juga sudah berjalan tuntas.

Amran menutup penjelasannya, "Penyaluran DTH sudah 100% terealisasi. Dana itu telah diterima oleh 12.771 penerima di ketiga provinsi terdampak."

Jadi, meski masih ada pekerjaan rumah terutama di Aceh langkah pemulihan pascabencana ini terlihat bergerak ke arah yang tepat. Harapannya, sebelum Lebaran tahun depan, kondisi para pengungsi sudah jauh lebih baik.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar