JAKARTA Kekerasan yang menimpa warga sipil di Papua kembali mencuat. Laporan-laporan terbaru menyebut kelompok bersenjata menyerang masyarakat biasa, termasuk para pekerja di sejumlah tambang. Hal ini tentu saja menimbulkan keprihatinan yang mendalam.
Menanggapi situasi itu, Direktur Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Noor Azhari, dengan tegas menyatakan bahwa tindakan semacam itu adalah pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan. Baginya, warga sipil sama sekali bukan target yang boleh disasar.
Dia melanjutkan, dampak dari aksi kekerasan ini jauh lebih luas dari sekadar korban jiwa. Rasa takut dan trauma yang tertanam di masyarakat sekitar bisa bertahan lama. Kondisi seperti ini, menurutnya, jelas mengganggu tatanan sosial dan menghambat aktivitas perekonomian warga.
Noor menekankan bahwa para pekerja tambang di wilayah tersebut pada dasarnya adalah masyarakat sipil biasa. Mereka bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena itu, jaminan keselamatan mereka harus jadi perhatian bersama baik dari aparat keamanan maupun semua pemangku kepentingan yang terlibat.
Artikel Terkait
Iran Konfirmasi 104 Awak Kapal Perang Tewas Ditenggelamkan AS di Lepas Sri Lanka
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp90 Ribu per Kg di Pasar Jambi Menjelang Lebaran
Ibu 19 Tahun di Bekasi Buang Bayi di Tong Sampah karena Takut pada Orang Tua
Pemerintah Siapkan 10 Ruas Tol Gratis untuk Mudik Lebaran 2026