Jakarta: Toyota masih jadi raja di pasar mobil Indonesia. Sepanjang 2025, pabrikan asal Jepang ini berhasil mempertahankan cengkeramannya yang kuat. Bagaimana tidak, pangsa pasarnya mencapai 31,2 persen. Angka penjualan wholesales mereka bahkan melampaui 250 ribu unit. Sungguh pencapaian yang solid.
Jap Ernando Demily, Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM), tak menyembunyikan kebanggaannya. Menurutnya, angka-angka ini adalah bukti nyata posisi Toyota yang masih sangat digdaya di negeri ini.
Dengan kata lain, predikat sebagai pemimpin pasar otomotif nasional masih melekat erat di tangan Toyota. Tapi, apa sih kunci mereka? Rupanya, strateginya tidak seragam.
Kunci Sukses: Menyatu dengan Karakter Daerah
Toyota paham betul bahwa Indonesia itu beragam. Karena itu, strategi produk mereka pun disesuaikan dengan selera dan kebutuhan tiap wilayah. Hasilnya? Pangsa pasar yang mengesankan di mana-mana.
Ambil contoh Sumatera. Di sana, Toyota punya 63 outlet dan menguasai pasar hingga 37 persen. Model-model andalan seperti Kijang Innova, yang masuk segmen lima dan tujuh penumpang, paling laris.
Lain lagi ceritanya di Kalimantan. Dengan 23 outlet, pangsa pasarnya 36,3 persen. Di sini, Toyota Hilux jadi primadona, mungkin karena ketangguhannya untuk kerja berat.
Pulau Jawa, dengan 210 outlet, berkontribusi pada pangsa 30,5 persen. Sementara di kawasan Timur seperti Sulawesi, dominasi Toyota justru lebih kentara lagi: pangsa pasarnya tembus 40,4 persen! Mobil keluarga terjangkau macam Calya paling dicari di sana.
Artikel Terkait
Pemuda Terluka Parah Usai Motor Terperosok Lubang Tersamar Genangan di MT Haryono
Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan Baru Hasil Rehabilitasi Pasca Bencana
Presiden Prabowo Janjikan Beasiswa ke Siswi Nias Usai Viral Video Bahaya ke Sekolah
Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan Baru di Wilayah Bencana Sumatra