Dokter Detektif Syukuri Penahanan Richard Lee sebagai Keadilan di Bulan Ramadan

- Senin, 09 Maret 2026 | 13:00 WIB
Dokter Detektif Syukuri Penahanan Richard Lee sebagai Keadilan di Bulan Ramadan

Konflik antara Dokter Detektif dan Richard Lee sudah berlangsung cukup lama. Jadi, wajar saja kalau reaksinya langsung muncul begitu mendengar kabar penahanan Lee. Samira Farahnaz, nama asli Doktif, tampak jelas tak bisa menyembunyikan perasaan lega dan bahagianya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Bagi dia, penahanan itu terjadi di bulan Ramadan bukanlah kebetulan. Ini adalah bentuk keadilan yang datang di waktu yang tepat. Sebuah jalan, katanya, untuk mengungkap kebenaran kasus skincare yang diduga telah menipu banyak korban.

"Pertama kali Doktif ucapin alhamdulillah wa syukurillah kepada Allah SWT karena di bulan yang penuh dengan berkah, bulan Ramadan, Allah menunjukkan kekuasaan-Nya,"

Ucapannya itu diambil dari channel YouTube Cumicumi. Suaranya terdengar penuh keyakinan.

Perjalanannya melawan Richard Lee tentu tidak mudah. Doktif mengakuinya dengan jujur. Perdebatan dan perlawanan itu menguras tenaga dan pikiran. Tapi sekarang, rasanya semua itu terbayar sudah. Ada kepuasan tersendiri melihat proses hukum mulai berjalan.

"Cukup lelah melawan manusia satu ini. Tapi hari ini rasanya seperti plong banget, masyarakat Indonesia yang selama ini menjadi korban dari segala kebohongan, segala tipu daya ucapan dari tersangka DRL akhirnya mendapatkan jawabannya,"

Begitu tuturnya.

Rasa syukur itu pun dia wujudkan dalam rencana nyata. Doktif berencana menggelar syukuran. Acaranya sederhana: buka puasa bersama. Meski begitu, detail lengkap soal acara itu masih ditutupnya rapat-rapat untuk saat ini.

"Jadi alhamdulillah terima kasih, insya Allah besok Doktif akan syukuran. Doktif juga akan bawa teman-teman juga buat kita buka bersama. Insya Allah besok kita syukuran bersama juga dengan teman-teman tunanetra, teman-teman panti asuhan,"

Demikian penutupannya. Laporan ini ditulis berdasarkan keterangan yang diberikan langsung oleh pihak terkait.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar