Lewat saluran Fox News, kabar itu mengemuka. Pembawa acara Brian Kilmeade mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyimpan rasa tidak suka terhadap pemimpin tertinggi Iran yang baru terpilih. "Saya tidak senang," begitu kira-kira kata Trump, menurut Kilmeade.
Hingga berita ini diturunkan, Trump sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pergantian pucuk pimpinan di Teheran itu. Diamnya dari khalayak justru membuat laporan Kilmeade ini semakin menarik perhatian.
Pergantian itu sendiri terjadi setelah Majelis Pakar Iran, yang terdiri dari 88 ulama senior, memilih Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei. Di usia 56 tahun, putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei ini ditunjuk untuk menggantikan sang ayah. Sang pemimpin lama wafat akibat serangan AS dan Israel akhir Februari lalu.
Pilihannya pada Mojtaba ini, bagi banyak pengamat, adalah sinyal kuat. Tampaknya, kendali kelompok garis keras atas Iran masih sangat kokoh, bahkan setelah sang pemimpin besar meninggal dunia sepekan yang lalu.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Produksi dan Serap Tenaga Kerja di Sukoharjo
Mendagri Tito Karnavian: Pemda Wajib Masukkan Perlindungan Anak Digital ke RPJMD dan APBD
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Pesisir Indonesia pada Maret 2026
Presiden Prabowo Hadiri Perayaan HUT Pertama Danantara