Badung Siapkan Rp 50 Miliar untuk Sekolah Gratis hingga Kuliah

- Senin, 01 Desember 2025 | 19:55 WIB
Badung Siapkan Rp 50 Miliar untuk Sekolah Gratis hingga Kuliah

Kabupaten Badung punya rencana besar di sektor pendidikan. Mereka tak cuma ingin melanjutkan program gratis SD dan SMP yang sudah berjalan. Lebih dari itu, pemerintah daerah ini bertekad untuk membebaskan biaya sekolah di tingkat SMA. Padahal, jenjang SMA sebenarnya adalah wewenang Pemerintah Provinsi Bali.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dengan tegas menyampaikan komitmennya. Hal ini ia ungkapkan saat menghadiri sebuah upacara di Pura Dalem Desa Banjar Aseman, Abiansemal, akhir November lalu.

“Untuk anak-anak Badung yang masuk sekolah SMA juga akan kami gratiskan. Walaupun itu kewenangan provinsi, khusus di Badung kami akan gratiskan,”

Begitu penegasan Adi Arnawa, seperti dikutip dalam sebuah keterangan tertulis di awal Desember. Program ambisius ini rencananya baru akan dimulai tahun 2026. Tujuannya jelas: meringankan beban ekonomi orang tua siswa di wilayahnya.

Rencananya, kebijakan ini akan menyasar siswa yang bersekolah di SMA negeri yang berlokasi di Badung. Dengan begitu, akses pendidikan gratis bisa dirasakan secara lebih menyeluruh, dari dasar hingga menengah atas.

“Sementara untuk SD dan SMP sudah berjalan lebih dulu,” tambah Adi Arnawa, menegaskan fondasi yang sudah ada.

Nah, untuk mewujudkan semua ini, tentu butuh anggaran yang tidak kecil. Pemkab Badung sudah memproyeksikan dananya untuk tahun 2026 mendatang. Porsi terbesar dialokasikan untuk beasiswa SMA dan sederajat, mengingat kuota penerimanya yang mencapai ribuan orang.

“Secara rinci, beasiswa untuk 7.000 pelajar SMA/sederajat mendapat alokasi anggaran Rp 36,4 miliar,” jelasnya.

Namun begitu, perhatian pemerintah daerah tidak berhenti di bangku sekolah. Mereka juga menyiapkan skema beasiswa bagi mahasiswa S1. Yang menarik, kuota untuk perguruan tinggi ini akan diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga petani.

“Di tahun 2026 ini kami prioritaskan yang benar-benar anak petani untuk kuliah S1 gratis,” ujar Adi Arnawa.

Kalau dijumlah, anggaran untuk seluruh program beasiswa pendidikan ini nyaris menyentuh angka Rp 50 miliar. Selain untuk 7.000 pelajar SMA, dana itu juga akan mengcover 450 mahasiswa.

“Sementara itu, 450 mahasiswa perguruan tinggi mendapat jatah alokasi sebesar Rp 13,5 miliar,” paparnya.

Di sisi lain, perhatian Pemkab Badung ternyata lebih luas lagi. Mereka juga menyiapkan sejumlah bantuan dan penghargaan bagi warga, khususnya para lansia dan penyandang disabilitas. Program kesejahteraan sosial ini juga direncanakan mulai bergulir pada tahun 2026.

“Pemkab Badung sudah menyusun regulasi untuk krama Badung lansia yang berusia 75 tahun ke atas. Mereka akan diberikan reward sebesar Rp 5 juta saat hari ulang tahunnya. Termasuk warga yang cacat, lumpuh dan lainnya kami bantu Rp 1 juta per bulan. Tujuannya untuk meringankan beban keluarganya,” pungkas Bupati.

Jadi, selain fokus pada pendidikan, ada juga skema perlindungan sosial yang sedang disiapkan. Sebuah paket kebijakan yang cukup komprehensif, jika nantinya benar-benar terwujud.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar