Nuansa penunjukan itu punya latar yang unik. Seorang anggota Majelis Pakar, Mohsen Heidari Alekasir, dalam sebuah video di hari Minggu menyebutkan bahwa kandidat dipilih berdasarkan wasiat mendiang Khamenei: pemimpin tertinggi haruslah "dibenci oleh musuh".
"Bahkan Setan Besar telah menyebut namanya," ujar Alekasir.
Pernyataan itu seperti menyindir langsung. Sebab, beberapa hari sebelumnya, Presiden Trump memang sudah menyebut Mojtaba sebagai pilihan yang "tidak dapat diterima" baginya. Jadi, komentar Kilmeade soal ketidaksenangan Trump itu seolah menjadi konfirmasi lanjutan dari ketegangan yang sudah tercium sebelumnya.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Produksi dan Serap Tenaga Kerja di Sukoharjo
Mendagri Tito Karnavian: Pemda Wajib Masukkan Perlindungan Anak Digital ke RPJMD dan APBD
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Pesisir Indonesia pada Maret 2026
Presiden Prabowo Hadiri Perayaan HUT Pertama Danantara