Presiden Prabowo Subianto bakal segera terbang ke Papua. Kunjungan ini, menurut rencana, tak hanya sekadar seremonial belaka. Ada sejumlah agenda penting yang sudah menunggu, mulai dari bertatap muka dengan para pemimpin lokal hingga meresmikan sebuah rumah sakit baru di Jayapura.
Informasi ini pertama kali mengemuka dari Velix Wanggai, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Otonomi Khusus Papua. Ia menyampaikannya usai menghadiri suatu acara di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa lalu.
Menurut Velix, seluruh rangkaian kunjungan nanti akan diatur langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Inti dari pertemuan-pertemuan yang direncanakan adalah membahas langkah-langkah baru pemerintah pusat untuk Papua.
"Presiden juga akan kembali untuk mengunjungi Tanah Papua, akan diatur oleh Bapak Mendagri dalam waktu dekat dan kita akan mendiskusikan lagi tentang kebijakan-kebijakan baru, komitmen baru dari Bapak Presiden untuk Tanah Papua," kata Felix.
"Mudah-mudahan itu akan disiapkan oleh Bapak Mendagri untuk pertemuan Bapak Presiden dengan seluruh pengambil keputusan ini di Tanah Papua dalam waktu dekat ini," sambungnya.
Nah, soal agenda konkretnya, Menteri Tito Karnavian memberikan penjelasan lebih rinci. Ternyata, salah satu highlight-nya adalah peresmian rumah sakit yang dibangun Kementerian Kesehatan di Jayapura. Bangunannya sendiri disebut sudah siap sepenuhnya.
"Menteri Kesehatan membuat rumah sakit khusus yang dikelola oleh Menteri Kesehatan di Jayapura yang sudah selesai. Itu nilainya hampir Rp1 triliun. Ini untuk memperkuat sarana prasarana kesehatan di Papua dan akan diresmikan oleh Bapak Presiden dalam nanti pada saat beliau berkunjung ke Jayapura," ujarnya.
Tapi itu belum semuanya. Rupanya, masih ada lagi pembahasan soal fasilitas kesehatan. Tito mengungkapkan bahwa sejumlah gubernur dari daerah pemekaran baru juga mengajukan permintaan serupa.
"Ada permintaan dari rekan-rekan gubernur untuk rumah sakit provinsi di provinsi baru, yaitu di Papua Tengah ya, Nabire, Wamena, dan tadi Menteri Kesehatan sedang mengatur masalah pembiayaannya. Tapi prinsipnya diakomodir," jelasnya.
Jadi, kunjungan mendatang ini tampaknya akan cukup padat. Tak cuma simbolis, tetapi diharapkan bisa langsung menyentuh kebutuhan mendesak di tanah Papua, terutama di sektor kesehatan yang kerap jadi sorotan.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun