Hujan deras mengguyur kawasan Bantargebang, Bekasi, Minggu siang kemarin. Tak disangka, tumpukan gunung sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) itu tiba-tiba longsor. Peristiwa nahas ini langsung menelan korban jiwa. Merespons tragedi itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq segera memanggil pengelola TPST.
Sebenarnya, menurut Hanif, Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup sudah lebih dulu melakukan penyidikan terhadap pengelolaan TPST Bantargebang. Penyidikan itu berjalan bahkan sebelum longsor terjadi.
"Apakah harus ada yang tanggung jawab? Mestinya iya. Jadi, TPST Bantargebang ini kan milik pemerintah Daerah Khusus Jakarta (DK). Tentu pemerintah DKJ harus bertanggung jawab,"
tegas Hanif, seperti dilaporkan Antara.
Dia mengingatkan soal Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Aturan itu jelas-jelas mengancam penjara dan denda bagi pengelola kegiatan yang melampaui ambang batas dan menyebabkan luka berat atau kematian.
"Karena ini sudah masa penyidikan dari Deputi Gakkum, kita akan segera memanggil kembali semua yang harus memang bertanggung jawab," ujarnya. Hanif menekankan, ini soal nyawa. "Masalah jiwa, masalah raga ini tidak bisa dikuantifikasikan. Ini tentu harus menjadi titik pukul yang sangat mendalam."
Di sisi lain, upaya pencarian korban terus digenjot. Pemerintah ingin memastikan tak ada lagi orang yang tertimbun di bawah tumpukan sampah.
Data terbaru dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta menyebutkan, korban meninggal sudah mencapai empat orang. Mereka adalah pemilik warung Enda Widayanti dan Sumine, serta dua sopir truk sampah, Dedi Sutrisno dan Irwan Suprihatin. Informasi ini dikonfirmasi hingga Minggu malam pukul 22.00 WIB.
Hujan Lebat Jadi Pemicu
Lantas, apa penyebabnya? Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut hujan lebat dengan durasi lama sebagai biang keladi. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan kronologinya.
Longsor terjadi Minggu sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, sejumlah truk sampah sedang mengantre untuk membongkar muatannya.
"Tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa lima unit truk sampah dan satu warung di sekitar lokasi,"
kata Isnawa.
Akibatnya, sepuluh orang tertimbun. Lima warga setempat dan lima pengemudi truk. Dari jumlah itu, empat orang meninggal dunia dan dua berhasil diselamatkan. Pencarian untuk korban yang diduga masih tertimbun terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan, dibantu oleh 20 unit ekskavator yang bekerja tanpa henti.
Artikel Terkait
MPR: Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bukan Sekadar Kompetisi, tapi Ruang Tanamkan Nilai Kebangsaan
Kemen PPPA Latih Relawan Laskar Tanna Jadi Garda Depan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak
Mertua dan Menantu Jadi Kurir Sabu, Selundupkan Narkoba ke Lapas Kedungpane
Dr. Oky Pratama Jalani Pemeriksaan di Polda Jabar Terkait Unggahan Mafia Skincare Richard Lee, Bantah Isu Buzzer