Kalau dugaan ini benar, ini bisa jadi indikasi pertama keterlibatan tidak langsung Rusia dalam konflik yang memanas belakangan ini. Perang ini sendiri pecah setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran sekitar seminggu yang lalu.
Hubungan Moskow dan Tehran memang sudah lama akrab. Rusia, yang merupakan mitra dekat Iran, sebelumnya telah mengutuk serangan AS dan Israel. Mereka menyebutnya sebagai aksi agresi bersenjata yang sama sekali tak beralasan.
Menurut sejumlah saksi, situasi di kawasan Teluk semakin mencekam. Informasi intelijen semacam ini, meski dinilai Trump tak banyak membantu, tetap saja menambah ketegangan yang sudah ada.
Artikel Terkait
DPRD Sumsel Rencanakan Pengadaan Meja Biliar Senilai Rp 486 Juta, Tuai Sorotan
AS Bom Telak Fasilitas Bawah Tanah Iran, Fokus Lumpuhkan Produksi Rudal
Polri dan Wartawan Bagikan 1.500 Takjil di Sekitar Mabes, Sampaikan Pesan Mudik
Mensos Gus Ipul Dorong Pemberdayaan Ekonomi dan Pendidikan di Pasuruan