Kabarnya, Rusia memberikan informasi intelijen kepada Iran. Intelijen itu diduga bisa dipakai untuk menyerang aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah mulai dari kapal perang hingga pesawat tempur. Namun begitu, Presiden AS Donald Trump menilai informasi yang dibocorkan Rusia itu tak terlalu berguna.
Laporan ini pertama kali dimuat oleh The Washington Post. Menurut dua pejabat AS yang tahu persoalan ini, Rusia diduga telah membagikan data intelijen yang bisa dimanfaatkan Iran. Targetnya jelas: kekuatan militer AS di kawasan itu.
Para pejabat itu bicara dengan syarat anonim. Mereka memang tidak punya kewenangan untuk membicarakan hal-hal sensitif seperti ini di muka umum.
Di sisi lain, intelijen AS sendiri belum menemukan bukti bahwa Moskow secara langsung mengarahkan Iran soal cara memakai informasi tadi. Artinya, belum jelas apakah ada koordinasi operasional lebih lanjut antara kedua negara.
Artikel Terkait
DPRD Sumsel Rencanakan Pengadaan Meja Biliar Senilai Rp 486 Juta, Tuai Sorotan
AS Bom Telak Fasilitas Bawah Tanah Iran, Fokus Lumpuhkan Produksi Rudal
Polri dan Wartawan Bagikan 1.500 Takjil di Sekitar Mabes, Sampaikan Pesan Mudik
Mensos Gus Ipul Dorong Pemberdayaan Ekonomi dan Pendidikan di Pasuruan