Banjir kembali melanda beberapa titik di Kota Tangerang. Air menggenangi jalan-jalan dan permukiman, membuat aktivitas warga lumpuh. Menghadapi situasi ini, personel Polres Metro Tangerang Kota langsung bergerak. Mereka turun ke lokasi, tak sekadar meninjau, tapi terjun langsung mengevakuasi warga yang terjebak.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menegaskan bahwa bantuan kepada masyarakat adalah prioritas utama. Jajarannya dikerahkan penuh ke titik-titik yang paling parah terdampak.
Ujar Jauhari dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
Di sisi lain, upaya penanganan tak berhenti di evakuasi. Sebuah posko siaga bencana segera didirikan. Fungsinya ganda: sebagai pusat koordinasi sekaligus tempat warga bisa mengadu dan mendapat pelayanan. Pengaturan lalu lintas juga dilakukan di ruas-ruas jalan yang terendam. Tujuannya jelas, mencegah kemacetan parah dan menghindarkan kendaraan dari jebakan genangan dalam.
Bagi mereka yang terpaksa mengungsi, bantuan lebih luas disiapkan. Polri bekerja bahu-membahu dengan TNI dan Pemerintah Kota Tangerang. Dapur umum didirikan, layanan kesehatan digelar. Semua untuk memastikan kebutuhan dasar korban banjir tetap terpenuhi.
Artikel Terkait
Singapura Gelar Lomba Esai Pelajar untuk Gali Ide Pemanfaatan AI bagi Ekonomi
Menteri PU Dukung Penyelidikan Proyek Cipta Karya di Sumut dan DKI
DPR Desak Penanganan Terpadu Kasus Investasi Bodong Koperasi BLN yang Rugikan 44 Ribu Korban
Chief Officer Kapal Divonis Seumur Hidup atas Kasus 1,9 Ton Sabu