Anggota DPR Desak Pemerintah Susun Peta Jalan Ekspor Beras, Soroti Masalah Kualitas

- Minggu, 08 Maret 2026 | 17:15 WIB
Anggota DPR Desak Pemerintah Susun Peta Jalan Ekspor Beras, Soroti Masalah Kualitas

Menurutnya, BRIN dan perguruan tinggi harus turun tangan melalui riset berkelanjutan untuk mengatasi hal ini.

“Kondisi saat ini, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), mengandung patahan atau menir berada di angka 25-40 persen. Sementara, beras dari negara-negara produsen beras lainnya di Asia Tenggara, kadar broken-nya telah berada di angka 5 persen,”

paparnya.

“Jika kondisi ini tak segera diatasi, pasar beras global akan sangat sulit ditembus,”

tambah Alex dengan nada prihatin.

Implikasinya jelas. Jika pasar global tak bisa dibuka, maka program swasembada pangan yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto bisa mandek. Pemerintah dianggap harus punya jawaban konkret.

“Saat ini, bapak presiden telah mencanangkan peningkatan produksi, baik itu melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi pertanian. Sementara, daya serap dalam negeri, tidak bertambah signifikan. Mau diapakan stok melimpah itu nantinya. Ini tantangan yang harus segera dijawab,”

imbuhnya menekankan.

Jadi, persoalannya bukan cuma soal bisa produksi banyak. Tapi juga tentang bagaimana menjualnya ke dunia dengan kualitas yang bersaing. Itulah pekerjaan rumah berikutnya.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar