Konflik yang sudah memasuki minggu kedua ini dampaknya kian meluas. Arab Saudi baru saja mencegat segerombolan drone yang menuju target-target tertentu, termasuk kawasan diplomatik di Riyadh. Sementara Kuwait melaporkan serangan menghantam tangki bahan bakar di bandara internasionalnya.
Serangan terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar penerbangan itu bikin was-was soal pasokan energi makin menjadi. Perusahaan minyak nasional Kuwait bahkan terpaksa mengumumkan pengurangan produksi minyak mentah. Alasannya, ancaman terhadap Selat Hormuz jalur transit seperlima minyak dan gas dunia terus membayang.
Sementara itu, di Teheran, Iran menuduh AS dan Israel berada di balik serangan terhadap depot minyak ibu kota pada hari Sabtu. Ini jadi serangan pertama yang dilaporkan mengenai infrastruktur minyak Iran di tengah gejolak konflik, sekaligus memicu anjloknya pasar saham dan melonjaknya harga minyak mentah.
Militer Israel mengaku bertanggung jawab. Mereka menyebut menyerang "sejumlah fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran" yang digunakan untuk operasi infrastruktur militer. Tak berhenti di situ, gelombang serangan baru "di seluruh Teheran" kembali dilancarkan pada hari Minggu. Semua ini berlanjut usai serangan presisi yang menargetkan komandan kunci Pasukan Quds sayap operasi luar negeri Garda Revolusi di sebuah hotel di Beirut pekan lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah bersumpah untuk terus berperang melawan Iran "dengan segenap kekuatan". Rencana Israel bahkan lebih jauh: mereka bertekad melenyapkan kepemimpinan Iran. Tekad ini mengeras setelah serangan gabungan AS-Israel pekan lalu menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian memicu konflik regional seperti sekarang.
Artikel Terkait
Pemerintah Hentikan Sistem Open Dumping di DKI Usai Longsor Tewaskan 4 Orang di Bantargebang
Menteri Lingkungan Hidup Sebut Longsor Sampah Bantargebang sebagai Alarm Keras
Putra Khamenei, Mojtaba, Terpilih Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Baru
INKA Buka Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026 untuk 352 Peserta