Kantor berita resmi IRNA menulis, "Sebuah depot minyak di selatan Teheran menjadi sasaran Amerika Serikat dan rezim Zionis."
Lokasi depot itu disebutkan berdekatan dengan sebuah kilang minyak utama. Namun begitu, ada kabar lain yang sedikit berbeda. Kantor berita ILNA melaporkan bahwa fasilitas kilang tersebut 'tidak mengalami kerusakan akibat serangan militer'. Agak membingungkan, memang.
Tak cuma satu lokasi. Serangan juga menghantam depot minyak lain di wilayah barat laut Teheran. Seorang jurnalis AFP di tempat kejadian melihat langsung api dan asap tebal membumbung dari lokasi tersebut.
Serangan ini bukanlah yang pertama dalam kurun waktu singkat. Baru pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan dahsyat yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa itu langsung memicu ketegangan makin menjadi-jadi di Timur Tengah.
Iran sendiri tak tinggal diam. Mereka membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke sejumlah target Israel serta kepentingan Amerika Serikat di berbagai penjuru kawasan. Aksi saling serang seperti ini membuat situasi semakin runyam dan sulit diprediksi.
Artikel Terkait
Hari Perempuan Internasional 2026: Refleksi Perjuangan dan Cara Ramaikan dengan Twibbon
Polda Metro Jaya Pastikan Hak Tersangka Richard Lee Terpenuhi di Rutan
BPJT Rilis Tarif Tol Terbaru untuk Mudik Lebaran 2026
Ledakan Kapal Tug Boat di Selat Hormuz, Tiga WNI Dinyatakan Hilang