Kasus kematian Ermanto Usman di Bekasi, awal Maret lalu, terus menuntut kejelasan. Komisi III DPR RI kini mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas dan, yang tak kalah penting, transparan dalam setiap langkah penyelidikannya. Abdullah, salah satu anggotanya, menegaskan hal itu.
“Peristiwa ini harus diusut tuntas,” tegas Abdullah, Sabtu (7/3/2026).
Ia mendesak polisi untuk segera memastikan motif di balik tragedi ini. Apakah murni perampokan yang berujung maut, ataukah ada skenario lain yang lebih gelap pembunuhan berencana. Kekhawatiran itu muncul karena korban, seorang aktivis 65 tahun, dikenal vokal mengungkap sejumlah dugaan korupsi dan penyimpangan di lingkungan pelabuhan.
Menurut Abdullah, kecepatan dan profesionalisme aparat mutlak diperlukan. Tujuannya jelas: memotong spekulasi yang bisa berkembang liar di masyarakat. Penyidik diminta bekerja objektif, menelusuri semua kemungkinan motif, sekecil apa pun itu.
Artikel Terkait
Intelijen AS: Rusia Diduga Bocorkan Informasi Rahasia ke Iran untuk Targetkan Aset Militer AS
Balinale Perkuat Peran Jembatan Sineas Indonesia di Festival Film Dunia
Trump Tolak Bantuan Kapal Induk Inggris di Konflik dengan Iran
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan, Hujan Guyur Jakarta hingga Surabaya