Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, akhirnya angkat bicara. Ini adalah komentar publik pertamanya sejak krisis di Timur Tengah memanas, menyusul serangkaian serangan yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Menurutnya, kondisi negaranya baik-baik saja.
Seperti dilaporkan Reuters, Minggu (8/3/2026), MBZ sapaan akrabnya menegaskan negaranya bukan target yang mudah. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik, setelah Iran meluncurkan rudal ke sejumlah negara Teluk, termasuk UEA.
"UEA punya kulit yang tebal dan daging yang pahit. Kami bukan mangsa yang mudah," tegasnya.
Dia berjanji, federasi tujuh emirat itu akan melindungi setiap orang di wilayahnya.
"Kami akan menjalankan kewajiban kami terhadap negara, rakyat kami, dan para penduduk yang juga bagian dari keluarga kami," ujar MBZ.
Memang, situasinya cukup mencekam. Semuanya berawal ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada akhir Februari. Sejak itu, Iran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan hujan rudal dan drone, tidak hanya ke Israel, tapi juga ke kepentingan AS di kawasan Teluk.
Akibatnya, korban berjatuhan. Di UEA sendiri, tiga orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya terluka dalam serangan-serangan itu. Meski begitu, Kementerian Pertahanan UEA menyatakan angkatan bersenjatanya siap siaga penuh. Mereka siap menghadapi segala ancaman.
Artikel Terkait
DPW NasDem Riau Gelar Lomba Azan dan Dai Cilik untuk Semarakkan Ramadan
Borneo FC Hajar Persebaya 5-1, Kepung Persib di Puncak Klasemen
KBRI Tunis Gelar Malam Nuzulul Quran, Serukan Al-Quran Sebagai Elan Peradaban
32 WNI Dievakuasi dari Iran ke Azerbaijan, Tunggu Penerbangan Pulang