"Kebutuhannya makin besar karena ada program Makan Bergizi Gratis (MBG), program pangan yang butuh pakan ternak cukup. Jadi, selain kebutuhan biasa, ada juga kebutuhan ekstra," jelas Sigit.
Di sisi lain, dia yakin langkah ini bakal memicu geliat ekonomi di akar rumput.
"Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Gairah petani untuk bercocok tanam akan bangkit lagi, dan hasilnya bisa diserap dengan harga yang pantas," tambahnya.
Agenda hari itu tak berhenti pada menanam. Sigit juga menyerahkan bantuan puluhan unit mesin pipil jagung dan dryer, plus ribuan paket sembako untuk warga sekitar. Yang tak kalah penting, Polri memfasilitasi akses permodalan lewat penandatanganan kerjasama dengan bank Himbara.
Di sela-sela kegiatan pertanian, ada satu hal lain yang diresmikan: 57 unit Jembatan Merah Putih Presisi hasil pembangunan Polda Sumsel. Jembatan ini, seperti Jembatan Banyuasin, dibangun untuk menghubungkan daerah terisolir. Tujuannya jelas: memperlancar distribusi logistik dan hasil bumi, bahkan memudahkan anak-anak sekolah mencapai tempat belajarnya.
Acara pun ditutup dengan aksi simbolis. Kapolri dan rombongan maju ke lahan, lalu menanam jagung menggunakan mesin corn seeder. Sebuah gambar yang kuat, tentang bagaimana institusi berseragam hijau itu mencoba mengolah tanah, bukan sekadar menjaganya.
Artikel Terkait
Ombudsman Tegaskan Kampus Dilarang Potong Bantuan Hidup KIP Kuliah
Truk Kontainer Nyangkut di Underpass Pramuka, Lalu Lintas ke Matraman Tersendat
Yura Yunita Panik dan Bergegas Pulang Usai Doakan Vidi Aldiano di Tanah Suci
Iran Tantang AS di Selat Hormuz, Klaim Serangan Kapal Tanker