Pameran yang digelar cukup beragam, mulai dari akulturasi Tionghoa di Nusantara, Misykat tentang peradaban Islam Nusantara, Nyala 200 Tahun Diponegoro, sampai kerja sama dengan institusi seperti Tokyo National Museum. Di sisi revitalisasi, ada perbaikan Benteng Rotterdam di Sulawesi Selatan dan pembenahan Benteng Marlborough di Bengkulu. Sistem keamanan penyimpanan koleksi di Museum Nasional juga ditingkatkan.
Esty juga menyebut beberapa fasilitas baru di Museum Nasional: entrance hall seluas 1.200 meter persegi, command center untuk pemantauan, serta Masjid Samudera Pasai yang bisa menampung 600 jamaah.
Lalu, bagaimana dengan Situs Gunung Padang? Ketua Tim Pemugarannya, Ali Akbar, menjelaskan bahwa penelitian dan pemugaran telah berjalan beberapa tahun. Awalnya, kawasan seluas tiga hektar itu masih berupa bukit bervegetasi lebat. Rencana ke depan mencakup pemugaran beberapa teras di 2026, seluruh teras dan lereng di 2027, serta penataan kawasan pendukung.
“Pemugaran ini bertujuan untuk memperbaiki struktur batuan yang ada sekaligus memastikan situs ini dapat diteliti dan dilestarikan dengan baik,” jelasnya.
Dari sisi Dewan Penyantun, Ketua Hasyim Djojohadikusumo menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai langkah pemerintah melibatkan swasta adalah hal yang sangat positif.
“Kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam pelestarian museum dan cagar budaya merupakan hal yang sangat baik. Ini menunjukkan keseriusan kita untuk menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Anggota Dewan Penyantun lainnya, Chairman Lippo Group James Riady, juga menyampaikan apresiasi. Menurutnya, berbagai inisiatif yang dijalankan Kemenbud menunjukkan keseriusan menjaga warisan intelektual dan sejarah peradaban Indonesia.
“Saya sangat mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan. Pelestarian sejarah dan peradaban sangat penting, terutama di tengah era globalisasi saat ini,” kata James Riady.
Ia berharap anggota dewan bisa lebih banyak terlibat lagi dalam program-program yang ada.
Sebagai penutup, Fadli Zon menegaskan komitmen Kemenbud untuk terus memperkuat kerja sama dengan semua pihak. Harapannya, kolaborasi ini makin berkembang agar upaya pemajuan kebudayaan bisa berjalan berkelanjutan.
Pertemuan itu sendiri dihadiri sejumlah nama besar. Dari Dewan Penyantun hadir antara lain Sugianto Kusuma, Martin Hartono, dan Anindya Bakrie. Sementara dari Kemenbud, hadir mendampingi Fadli Zon adalah Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Sekretaris Jenderal Bambang Wibawarta, serta Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan.
Artikel Terkait
Anggota DPR Apresiasi Putusan Bebas Hukuman Mati untuk ABK Kasus Sabu 2 Ton
Kapolri Ajak Masyarakat Sumsel Bersatu Dukung Upaya Diplomasi Perdamaian dan Swasembada
PGN Catat Kinerja Operasional dan Pendapatan Solid di Tengah Penyesuaian Aset Non-Tunai
Kapolri Serukan Persatuan Hadapi Dampak Krisis Timur Tengah di Safari Ramadan Sumsel