Di tengah suasana Ramadan, keluarga besar alumni pendidikan tinggi agraria mengadakan pertemuan. Bukan sekadar silaturahmi biasa, tapi sebuah dialog strategis yang hangat. Tujuannya jelas: mereka ingin memberikan kontribusi nyata untuk penyusunan RUU Administrasi Pertanahan yang sedang digarap Kementerian ATR/BPN.
Acara yang digelar di Fairmont Jakarta pada Jumat (6/3) itu menghadirkan sejumlah narasumber kunci. Salah satunya adalah Dwi Budi Martono, Staf Ahli Bidang Teknologi Informasi Kementerian ATR/BPN yang juga memimpin tim penyusun RUU.
Dalam keterangan tertulisnya di hari berikutnya, Sabtu (7/3/2026), Dwi menekankan potensi besar yang dimiliki KAPTI-Agraria.
Menurut Dwi, organisasi alumni ini merupakan bagian tak terpisahkan dari kementerian. Peran mereka dinilai strategis untuk memperbaiki kebijakan pertanahan nasional. Setiap pandangan dari forum seperti ini diharapkan bisa memperkaya substansi rancangan undang-undang yang sedang disiapkan.
Di sisi lain, Andi Tenrisau, Pejabat Fungsional Penata Ruang Ahli Utama yang juga Ketua Dewan Pembina KAPTI-Agraria, menyoroti hal mendasar. Ia menekankan pentingnya konsepsi yang komprehensif dalam pembaruan sistem administrasi ini.
Baginya, kebijakan ke depan harus fokus pada beberapa hal. Transparansi penguasaan tanah perlu diperkuat, pengaturannya harus jelas dan punya payung hukum kuat. Tak kalah penting, sistem administrasinya harus modern dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.
Artikel Terkait
Kapolri Ajak Masyarakat Sumsel Bersatu Dukung Upaya Diplomasi Perdamaian dan Swasembada
PGN Catat Kinerja Operasional dan Pendapatan Solid di Tengah Penyesuaian Aset Non-Tunai
Kapolri Serukan Persatuan Hadapi Dampak Krisis Timur Tengah di Safari Ramadan Sumsel
Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga di Tengah Eskalasi Konflik