Suara dari Korps Garda Revolusi Islam Iran terdengar menantang. Mereka mengaku sedang menunggu kedatangan pasukan Amerika Serikat yang rencananya akan mengawal kapal-kapal lewat Selat Hormuz. Jalur air strategis itu memang lagi panas, lalu lintasnya macet gara-gara perang yang terus berkecamuk.
“Kami menunggu kehadiran mereka,” ucap juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, seperti dikutip media Al Arabiya, Sabtu (7/3/2026).
Pernyataannya ini muncul sebagai respons. Sebelumnya, Menteri Energi AS bilang Angkatan Laut mereka sedang bersiap untuk mulai mengawal kapal-kapal di selat itu. “Segera setelah hal itu dianggap wajar untuk dilakukan,” begitu kira-kira janjinya.
Tapi, ancaman terselubung juga dilayangkan. Naini, mengutip kantor berita Fars, seolah mengingatkan AS pada sejarah kelam.
Artikel Terkait
Kapolri Pimpin Aksi Tanam Jagung Nasional, Targetkan Produksi Hampir 2 Juta Ton
Perang dengan Iran Rugikan Ekonomi Israel Rp50 Triliun per Pekan
Donny Fattah, Bassis Legendaris God Bless, Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun
Kapolri Pimpin Gerakan Tanam Jagung Serentak, Dukung Swasembada Hadapi Krisis Global