Yoweri Museveni kembali memenangkan pemilihan presiden Uganda. Ini adalah masa jabatan ketujuhnya. Pemilu kali ini, digelar Kamis lalu, diwarnai situasi yang mencekam. Ada kekerasan, pemadaman internet, dan laporan tentang intimidasi.
Menurut Komisi Pemilihan Umum setempat, Museveni yang berusia 81 tahun itu berhasil mengantongi 71,65 persen suara. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang kekuasaannya yang sudah mencapai empat dekade. Mantan pejuang gerilya itu memang tak tergoyahkan.
Namun begitu, jalan menuju kemenangan itu gelap. Para pengamat dari Afrika sendiri menyoroti situasi jelang pemungutan suara. Mereka bilang, aksi penangkapan dan bahkan penculikan sudah ‘menanamkan rasa takut’ di masyarakat. Hasilnya? Suasana pemilu jauh dari kata bebas dan adil.
Oposisi pun menolak mentah-mentah hasil penghitungan suara ini. Mereka menyebut ada setidaknya 10 korban jiwa dalam kekerasan yang terjadi.
Lawan utama Museveni adalah Bobi Wine, seorang mantan penyanyi berusia 43 tahun. Dia sering menyebut dirinya ‘presiden ghetto’, merujuk pada kampung halamannya yang kumuh di Kampala. Perjalanan politik Wine sendiri berliku, penuh tekanan dan penangkapan sejak dia pertama kali mencalonkan diri pada 2021.
Dalam pemilu kali ini, Robert Kyagulanyi nama asli Bobi Wine hanya meraih 24,72 persen suara. Tapi dia sama sekali tidak mengakui kekalahan itu.
Artikel Terkait
Warga Temukan Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat di Tebing 200 Meter
Kusir Delman Raup Untung di Tengah Banjir Kelapa Gading
Jakarta Tenggelam: 45 RT dan 21 Ruas Jalan Masih Terendam Banjir
Air Setinggi Leher, Warga Tirto Pekalongan Terpaksa Tinggalkan Rumah