“Saya menolak total hasil palsu ini,” tegasnya.
Wine juga mengaku sedang bersembunyi. Alasannya, pasukan keamanan melakukan penggerebekan ke rumahnya. Lewat sebuah unggahan di media sosial X, dia menulis dengan nada waspada.
“Saya tahu para penjahat ini mencari saya ke mana-mana. Saya berusaha sebaik mungkin untuk tetap aman,” tulisnya.
Klaim Wine itu dibantah keras oleh kepolisian. Mereka menyatakan tidak ada penggerebekan dan Wine masih ada di rumah. Meski begitu, polisi mengakui memang ada pengerahan pasukan di sekitar area tempat tinggalnya. Alasannya untuk keamanan.
Jadi, di satu sisi ada pengumuman kemenangan dan perayaan kekuasaan yang bertahan lama. Di sisi lain, ada penolakan, rasa takut, dan kabar burung yang terus beredar. Uganda kini seperti terbelah.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Ayah Tiri di Mojokerto Diduga Cabuli Anak sejak Kelas 3 SD
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan Ormas Islam dan Pesantren di Istana
ABK Divonis 5 Tahun Penjara atas Kasus Sabu Dua Ton
Gubernur Jabar Liburkan Pekerja Transportasi Tradisional Demi Antisipasi Kemacetan Mudik