“Saya menolak total hasil palsu ini,” tegasnya.
Wine juga mengaku sedang bersembunyi. Alasannya, pasukan keamanan melakukan penggerebekan ke rumahnya. Lewat sebuah unggahan di media sosial X, dia menulis dengan nada waspada.
“Saya tahu para penjahat ini mencari saya ke mana-mana. Saya berusaha sebaik mungkin untuk tetap aman,” tulisnya.
Klaim Wine itu dibantah keras oleh kepolisian. Mereka menyatakan tidak ada penggerebekan dan Wine masih ada di rumah. Meski begitu, polisi mengakui memang ada pengerahan pasukan di sekitar area tempat tinggalnya. Alasannya untuk keamanan.
Jadi, di satu sisi ada pengumuman kemenangan dan perayaan kekuasaan yang bertahan lama. Di sisi lain, ada penolakan, rasa takut, dan kabar burung yang terus beredar. Uganda kini seperti terbelah.
Artikel Terkait
Tanggul Jebol dan Air Pasang Lumpuhkan 98 Perjalanan Kereta di Pekalongan
Museveni Kembali Berkuasa di Uganda, Oposisi Menolak Hasil Pemilu Penuh Kontroversi
Andre Rosiade Bagi 1.000 Sembako dan Jenguk Nenek Korban Tambang Ilegal di Pasaman
Genangan 50-60 Cm, Warga Kelapa Gading Terpaksa Mengungsi Naik Perahu