“Kami menyarankan agar sebelum mengambil keputusan apa pun, Amerika mengingat kebakaran kapal tanker super Bridgeton Amerika pada tahun 1987 dan kapal-kapal tanker minyak yang baru-baru ini menjadi sasaran,” katanya.
Nyatanya, situasi di lapangan memang makin tegang. Pagi Sabtu (7/3) waktu setempat, sebuah kapal tanker bernama Prima dilaporkan kena ledakan drone. Menurut pernyataan IRGC di kantor berita Tasnim, kapal itu disebut mengabaikan peringatan berulang dari angkatan laut mereka soal larangan lalu lintas dan kondisi Selat Hormuz yang tidak aman.
Di sisi lain, respons dari negara-negara Arab juga mulai bergulir. Menlu Liga Arab rencananya bakal gelar pertemuan darurat via konferensi video pada Minggu (8/3). Mereka mau bahas serangan Iran terhadap beberapa negara anggota.
Pertemuan ini diadakan atas permintaan sejumlah negara, termasuk Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Oman, Yordania, dan Mesir. Begitu penjelasan Wakil Sekjen Liga Arab, Hossam Zaki, seperti dilansir AFP. Ketegangan di Selat Hormuz, rupanya, diamati dengan cemas oleh banyak pihak.
Artikel Terkait
Kapolri Pimpin Aksi Tanam Jagung Nasional, Targetkan Produksi Hampir 2 Juta Ton
Perang dengan Iran Rugikan Ekonomi Israel Rp50 Triliun per Pekan
Donny Fattah, Bassis Legendaris God Bless, Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun
Kapolri Pimpin Gerakan Tanam Jagung Serentak, Dukung Swasembada Hadapi Krisis Global