Di kedalaman hampir dua setengah kilometer, di jalur arus paling vital di perairan Indonesia, para peneliti menemukan sesuatu yang mengkhawatirkan: serpihan plastik. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini mengungkap temuan mikroplastik di kedalaman sekitar 2.450 meter, tepatnya di jalur utama Arus Lintas Indonesia. Partikel-partikel halus itu, kata mereka, berpotensi merambat naik ke rantai makanan laut dan pada akhirnya berakhir di piring kita.
Laporan ini dipublikasikan di jurnal ilmiah Marine Pollution Bulletin awal tahun ini. Corry Yanti Manullang, peneliti utama dari BRIN, memimpin tim yang terdiri dari ilmuwan dalam dan luar negeri.
“Arlindo ini menghubungkan dua samudra besar, Pasifik dan Hindia,” ujar Corry.
“Selain membawa massa air, garam, dan nutrien, arus ini juga berpotensi membawa partikel kecil seperti mikroplastik,” tambahnya.
Arus Lintas Indonesia sendiri adalah sistem arus laut yang sangat penting. Ia bagai pintu gerbang yang mengalirkan air dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia, melewati selat-selat kunci seperti Makassar, Alas, dan Lombok. Selama ini, penelitian tentang Arlindo lebih banyak menyoroti aspek fisik laut suhu, salinitas, dan pola arusnya. Namun, kajian tentang polusi plastik di kolom air, apalagi hingga ke dasar laut, masih sangat jarang.
“Penelitian ini menjadi salah satu studi awal yang mengkaji distribusi vertikal mikroplastik hingga laut dalam di jalur Arlindo,” jelas Corry.
“Selama ini, sebagian besar penelitian mikroplastik di perairan Indonesia masih berfokus pada lapisan permukaan atau wilayah pesisir,” imbuhnya.
Artikel Terkait
BNN dan Bea Cukai Bongkar Lab Mephedrone Jaringan Rusia di Villa Gianyar
Polisi Padang Sita Sabu dari Residivis Pencurian Usai Penyamaran Jadi Ustaz
Megalit Berusia 1.000 Tahun di TNLL Poso Diduga Dirusak Penambang Ilegal
Dishub DKI Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas untuk Festival Nyepi di Kawasan HI-Monas