Ribuan Pemuda Jerman Turun ke Jerman Tolak Wacana Wajib Militer

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:00 WIB
Ribuan Pemuda Jerman Turun ke Jerman Tolak Wacana Wajib Militer

Gelombang Penolakan yang Meningkat

Kekhawatiran akan wajib militer yang dipaksakan rupanya sudah menyebar. Banyak yang yakin hal itu tak terhindarkan. Buktinya, organisasi perdamaian mencatat lonjakan permintaan informasi soal cara menolak wajib militer atas dasar hati nurani. Padahal, konstitusi Jerman jelas-jelas menjamin hak warga untuk tidak bergabung dengan militer.

Data statistiknya pun nyata. Tahun 2025 lalu, jumlah penolak wajib militer di Jerman melonjak tajam. Menurut Badan Federal Urusan Keluarga (BAFzA), ada 3.867 pengajuan. Angka itu naik 72% dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan yang signifikan.

Jerman sebenarnya punya sejarah panjang dengan wajib militer. Sistem itu berjalan puluhan tahun, dengan opsi bagi pemuda yang memilih jalur sipil. Namun, sejak 2011, wajib militer dinonaktifkan. Meski begitu, aturannya masih ada di lembaran negara. Sistem bisa diaktifkan kembali jika parlemen (Bundestag) menyatakan keadaan darurat pertahanan. Keputusannya butuh suara mayoritas dua pertiga. Dan jika benar terjadi, pria berusia 18 hingga 60 tahun secara teori bisa dipanggil.

Aksi Kamis lalu itu sendiri adalah "mogok sekolah" kedua dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pada Desember 2025, sekitar 55.000 orang juga sudah membanjiri jalanan di 90 kota.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman.

Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih

Editor: Rizki Nugraha

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar