Gelombang Penolakan yang Meningkat
Kekhawatiran akan wajib militer yang dipaksakan rupanya sudah menyebar. Banyak yang yakin hal itu tak terhindarkan. Buktinya, organisasi perdamaian mencatat lonjakan permintaan informasi soal cara menolak wajib militer atas dasar hati nurani. Padahal, konstitusi Jerman jelas-jelas menjamin hak warga untuk tidak bergabung dengan militer.
Data statistiknya pun nyata. Tahun 2025 lalu, jumlah penolak wajib militer di Jerman melonjak tajam. Menurut Badan Federal Urusan Keluarga (BAFzA), ada 3.867 pengajuan. Angka itu naik 72% dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan yang signifikan.
Jerman sebenarnya punya sejarah panjang dengan wajib militer. Sistem itu berjalan puluhan tahun, dengan opsi bagi pemuda yang memilih jalur sipil. Namun, sejak 2011, wajib militer dinonaktifkan. Meski begitu, aturannya masih ada di lembaran negara. Sistem bisa diaktifkan kembali jika parlemen (Bundestag) menyatakan keadaan darurat pertahanan. Keputusannya butuh suara mayoritas dua pertiga. Dan jika benar terjadi, pria berusia 18 hingga 60 tahun secara teori bisa dipanggil.
Aksi Kamis lalu itu sendiri adalah "mogok sekolah" kedua dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pada Desember 2025, sekitar 55.000 orang juga sudah membanjiri jalanan di 90 kota.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman.
Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih
Editor: Rizki Nugraha
Artikel Terkait
TNI AL Gelar Latihan Tempur Pertahanan Udara di Perbatasan Kalimantan Utara
Nenek 70 Tahun Tewas Tertindas Roda Truk Usai Ojol Terserempet di Koja
Tito Karnavian: Bantuan Cepat Tergantung Data Lengkap dari Daerah
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas ke Arah Tenggara