"Aturan ini memaksa platform memberikan batasan perlindungan yang jelas. Kita perlu dukung agar anak-anak punya ruang digital yang aman dan sehat untuk tumbuh kembangnya," imbuh legislator itu.
Namun begitu, Farah juga mengingatkan satu hal krusial. Regulasi dan sistem yang bagus pun tak akan optimal kalau tidak didukung edukasi berkelanjutan. Itu sebabnya ia mendorong Komdigi untuk menggencarkan program literasi digital secara masif, dengan menjadikan orang tua sebagai sasaran utama.
"Pendekatan literasi ini penting banget," ujarnya.
"Tujuannya, biar pembatasan media sosial nggak dipahami anak sebagai larangan yang otoriter. Harus ada ruang dialog dan pendampingan edukatif dari keluarga," jelas Farah.
Pada akhirnya, ia menekankan bahwa ini tanggung jawab bersama. "Regulasi ini bukan cuma tugas satu kementerian. Tapi kita semua harus ikut memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan aman di era digital," tutupnya.
Artikel Terkait
Truk Kontainer Nyangkut di Underpass Pramuka, Lalu Lintas Macet Parah
Empat Aktivis Dibebaskan, Hakim Sebut Kritik Bukan Penghasutan
TPA Muara Fajar Pekanbaru Bakal Disulap Jadi Pembangkit Listrik 3 MW
Gubernur DKI Buka Festival Bedug, 16 Grup Finalis Ramaikan Takbiran di Bundaran HI