Menurutnya, puncak penjualan akan terjadi pada minggu-minggu jelang mudik. Situasi ini diperkirakan masih berlanjut hingga minggu depan. Setelah itu, akan ada gelombang kunjungan lagi, tepatnya di hari Idulfitri kedua. Hanya saja, karakter belanjanya bergeser. Jika sebelumnya didominasi kebutuhan mudik dan kado Lebaran, di hari raya kedua justru belanja untuk makanan, minuman, dan hiburan yang akan lebih menonjol.
Di sisi lain, APPBI tak mau berhenti di situ. Mereka punya sejumlah program andalan untuk menjaga momentum. Usai Lebaran, masih ada program menarik seperti liburan sekolah di pertengahan tahun, lalu Indonesia Shopping Festival di Agustus. Tak ketinggalan, kerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk gelaran Wonderful Indonesia Gastronomy pada September-Oktober.
Dengan rangkaian acara tersebut, Alphonzus dan APPBI tampaknya cukup yakin. Optimisme bahwa tren kenaikan penjualan ini bisa dipertahankan dalam beberapa bulan ke depan, bukanlah harapan kosong belaka.
Jadi, buat para pengelola mal dan pedagang, sepertinya masih ada angin segar yang bisa dinikmati. Geliat konsumen, setidaknya untuk sementara waktu, masih akan menghangatkan suasana bisnis ritel.
Artikel Terkait
Pasar Takjil Gampong Baro Ramai Setiap Sore Ramadan di Banda Aceh
Studi Ungkap Dampak Ekonomi Ramadan: Harga Pangan Naik, Produksi Industri Turun
BI Ingatkan Bahaya Tukar Uang di Pinggir Jalan, Ajak Masyarakat Gunakan Layanan Resmi
BRIN Temukan Mikroplastik di Kedalaman 2.450 Meter di Jalur Arus Lintas Indonesia