Ia menegaskan bahwa bantuan yang dihimpun Baznas benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat Palestina. Tak hanya ucapan terima kasih, pemerintah juga turun tangan memberikan dukungan konkret. Mulai dari penyiapan pesawat militer jenis Hercules hingga payung udara untuk mendistribusikan logistik.
"Banyak bahan-bahan yang diterjunkan adalah bahan-bahan melalui Baznas. Terima kasih," kata Prabowo.
Kalimat terakhir itu sepertinya yang membuatnya tak kuasa menahan haru. Usai mengucapkannya, Presiden terlihat mengusap air mata yang mengalir di pipinya dengan handuk kecil di depan podium. Momen hening itu menegaskan sesuatu: solidaritas yang bukan sekadar retorika.
Di sisi lain, pertemuan ini sendiri dihadiri tak kurang dari 121 kiai dan tokoh. Mereka datang dari berbagai penjuru tanah air. Kehadiran mereka dalam acara itu bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah refleksi bersama. Momentum untuk menguatkan komitmen kemanusiaan Indonesia di tengah krisis yang tak kunjung reda di Gaza.
Ruangan yang seketika hening setelah presiden menangis itu bicara banyak. Lebih dari sekadar laporan resmi, ia menggambarkan getaran empati yang nyata. Sebuah bukti bahwa di balik politik dan diplomasi, ada rasa kemanusiaan yang masih bisa menyentuh siapa pun, termasuk seorang presiden.
Artikel Terkait
Megalit Berusia 1.000 Tahun di TNLL Poso Diduga Dirusak Penambang Ilegal
Dishub DKI Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas untuk Festival Nyepi di Kawasan HI-Monas
Filipina Terapkan Kerja Empat Hari di Kantor Pemerintah untuk Hemat Energi
Mudik Lebaran dengan Mobil Pribadi: Rincian Biaya yang Perlu Diperhitungkan