Selamat datang di Dunia Hari Ini, edisi Jumat, 6 Maret 2026. Laporan utama kita kali ini datang dari Indonesia, yang baru saja membuat langkah tegas terhadap raksasa teknologi.
Indonesia Beri Peringatan Keras ke Meta
Meta Platforms Inc. dapat teguran serius dari pemerintah Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdig) tak main-main, mereka mengeluarkan peringatan keras lantaran Meta dinilai gagal mengendalikan maraknya perjudian online dan disinformasi di platformnya.
Peringatan ini muncul setelah Menteri Komdig Meutya Hafid mendatangi kantor operasional Meta di Jakarta, Rabu (4/3) lalu. Kunjungannya mendadak, tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Inti masalahnya, menurut pemerintah, tingkat kepatuhan Meta terhadap aturan di Indonesia masih rendah. Konten-konten bermasalah seperti disinformasi, perjudian online, hingga ujaran kebencian masih mudah ditemui di Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Meutya Hafid menyoroti dampak nyata dari misinformasi yang dibiarkan beredar.
Kemkomdig pun mendesak Meta untuk segera memperbaiki sistem moderasi kontennya. Mereka harus lebih cepat merespons dan menghapus materi-materi ilegal yang jelas-jelas berbahaya.
Trump: Saya Mau Ikut Pilih Pemimpin Iran
Berita mengejutkan datang dari Donald Trump. Mantan Presiden AS itu mengaku ingin terlibat secara pribadi dalam pemilihan pemimpin tertinggi Iran berikutnya.
Dalam sebuah wawancara, Trump menyebut calon yang dianggap paling kuat, Mojtaba Khamenei, sebagai figur yang "tidak dapat diterima". Mojtaba adalah putra dari Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dibunuh.
Memang, belum ada pengumuman resmi siapa pengganti Khamenei. Namun begitu, gelagat dari politisi Iran menunjukkan pengumuman itu mungkin tak akan lama lagi.
Artikel Terkait
Azizah Salsha Lanjutkan Proses Hukum Meski Sudah Memaafkan Resbob dan Bigmo
Israel Tuduh Iran Gunakan Bom Tandan dalam Serangan, Sebut Kejahatan Perang
Israel Tuding Iran Gunakan Bom Tandan dalam Serangan Terbaru
Kepala Lapas Pasir Pangarayan Bantah Pungli Rp5 Juta per Blok untuk Ponsel